Putin Usulkan Aturan Baru untuk Penggunaan Senjata Nuklir
MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia akan mempertimbangkan serangan dari negara nonnuklir yang didukung oleh negara bersenjata nuklir sebagai "serangan gabungan". Pernyataan dapat ditafsirkan sebagai ancaman Putin untuk menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.
Pernyataan kunci ini disampaikannya pada Rabu (Kamis pagi WIB). Putin mengatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mengubah aturan dan prasyarat yang menjadi dasar Rusia dalam menggunakan persenjataan nuklirnya.
Komentar Putin disampaikan saat pemerintah Ukraina mencari persetujuan untuk menggunakan rudal jarak jauh Barat terhadap lokasi militer di Rusia.
Sementara itu, Ukraina adalah negara nonnuklir yang menerima dukungan militer dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara bersenjata nuklir lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah melakukan perjalanan ke AS pekan ini. Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Washington pada Kamis (26/9/2024), di mana permintaan Ukraina menjadi agenda utama.
Ukraina telah memasuki wilayah Rusia tahun ini dan ingin menargetkan pangkalan-pangkalan di dalam Rusia yang katanya mengirimkan rudal ke Ukraina. Menanggapi pernyataan Putin, kepala staf Zelensky Andriy Yermak mengatakan Rusia tidak lagi memiliki apa pun selain pemerasan nuklir untuk mengintimidasi dunia.
Putin telah mengancam penggunaan senjata nuklir sebelumnya. Ukraina mengkritiknya sebagai "serangan nuklir" untuk mencegah sekutunya memberikan dukungan lebih lanjut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






