PM Wong: Singapura Akan Perlakukan Vaping Seperti Masalah Narkoba
SINGAPURA, investor.id – Pemerintah Singapura akan memperlakukan vaping sebagai masalah narkoba, kata Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong. Pihaknya akan menerapkan tindakan yang lebih tegas dan hukuman yang lebih berat untuk mengurangi dampak buruk yang dapat ditimbulkannya bagi pengguna.
Wong, yang juga menjabat sebagai menteri keuangan, mengatakan setiap generasi mengkhawatirkan pengaruh negatif yang memengaruhi generasi muda mereka, dan vaping telah muncul sebagai salah satu masalah serius.
Banyak vape bukan sekadar rokok elektrik, kata Wong, tetapi mengandung zat adiktif dan berbahaya seperti etomidate yang dapat memperburuk keadaan pengguna di masa mendatang.
“Sejauh ini, kami memperlakukan vaping seperti tembakau, paling-paling kami hanya memberikan denda, tetapi itu tidak lagi cukup," ungkapnya seperti dikutip Bernama, Selasa (19/8/2025).
“Kami akan memperlakukan ini sebagai masalah narkoba dan memberikan hukuman yang jauh lebih berat. Artinya, hukuman penjara dan hukuman yang lebih berat bagi mereka yang menjual vape dengan zat berbahaya,” ujarnya dalam National Day Rally (NDR) yang diadakan di kantor pusat Institute of Technical Education (ITE), di sini.
Ia mengatakan bahwa bagi mereka yang kecanduan vape, pemerintah akan menyediakan pengawasan dan rehabilitasi untuk membantu mereka berhenti.
Wong menambahkan, pemerintah akan meningkatkan penegakan hukum secara nasional dan menggelar program edukasi publik yang besar-besaran, dimulai di sekolah, perguruan tinggi, dan selama masa wajib militer.
Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan akan memimpin upaya ini, tetapi ini akan menjadi upaya yang kuat dari seluruh jajaran pemerintah.
Sebelumnya telah diumumkan bahwa etomidate akan segera diklasifikasikan sebagai obat terlarang Kelas C berdasarkan Undang-Undang Penyalahgunaan Narkoba.
Sementara itu, berbicara dalam bahasa Melayu, Wong mengatakan bahwa Singapore College of Islamic Studies (SCIS), yang pendiriannya diumumkan tahun lalu, akan memiliki kampus sendiri di Rochor.
Kampus tersebut akan berlokasi di sebelah kampus Singapore University of Social Sciences (SUSS), dan mahasiswa SCIS akan dapat mendaftar mata kuliah ilmu sosial di SUSS. sebagai bagian dari studi mereka.
Wong juga menginformasikan bahwa Pusat Warisan Melayu, yang akan dibuka kembali tahun depan, akan memiliki galeri dan program baru sebagai bagian dari inisiatif untuk melestarikan dan mengembangkan warisan Melayu Singapura.
NDR dilaksanakan dalam segmen Bahasa Melayu, Mandarin, dan Inggris.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





