Presiden Sementara Venezuela Kirim Utusan ke AS untuk Diskusi
MOSKOW, investor.id – Perwakilan pemerintah Venezuela di Inggris, Felix Plasencia Gonzalez, diminta Presiden sementara Venezuela Delcy Ridriguez untuk berangkat ke Washington di Amerika Serikat (AS) pada Kamis (15/1/2026). Perwakilan ini akan mengikuti sebuah perundingan, menurut laporan Bloomberg, mengutip beberapa sumber.
Sebelumnya pada Senin (12/1/2026), Menteri Luar Negeri (Menlu) Venezuela Yvan Gil mengatakan Rodriguez bertemu dengan para kepala misi diplomatik negara-negara Uni Eropa (UE), serta Inggris dan Swiss di Caracas. Politikus oposisi Venezuela, Maria Corina Machado dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis.
Menurut Bloomberg, Plasencia telah menjadi orang kepercayaan dekat Rodriguez selama bertahun-tahun, termasuk sebagai direktur protokolnya ketika Rodriguez menjabat sebagai menteri luar negeri dari 2014 hingga 2017.
Plasencia menjabat sebagai menteri luar negeri Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 2021 dan 2022.
Pada 3 Januari 2026, pihak AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores dan membawa mereka ke New York.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan, Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS. Selama kehadiran mereka di persidangan yang digelar di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Sehubungan dengan operasi AS tersebut, Caracas meminta pertemuan darurat PBB, dan Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara menugaskan tanggung jawab kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez.
Sebelumnya pada 5 Januari 2026, Sputnik melaporkan Rodriguez secara resmi menjabat sebagai penjabat presiden Venezuela dan mengucapkan sumpah di hadapan Majelis Nasional.
Eskalasi krisis di Venezuela mencapai puncaknya setelah operasi militer besar-besaran yang diluncurkan AS pada awal Januari 2026. Penangkapan Nicolas Maduro dan Cilia Flores di tanah Venezuela oleh pasukan AS merupakan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah diplomasi modern, yang memicu perdebatan sengit mengenai kedaulatan negara dan hukum internasional.
Secara konstitusional, penunjukan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai Penjabat Presiden oleh Mahkamah Agung Venezuela dimaksudkan untuk mengisi kekosongan kekuasaan guna menghindari anarki domestik. Namun, pengakuan internasional terhadap kepemimpinannya masih terbelah.
Di satu sisi, Rodriguez mencoba mengonsolidasikan kekuatan melalui dukungan diplomatik Eropa dan Inggris. Di sisi lain, Amerika Serikat tampak memberikan panggung besar bagi tokoh oposisi Maria Corina Machado, yang mencerminkan adanya upaya restrukturisasi pemerintahan Venezuela oleh Washington.
Pengiriman Felix Plasencia ke Washington menjadi langkah diplomasi krusial bagi kubu Rodriguez. Sebagai diplomat senior dengan rekam jejak panjang, Plasencia mengemban misi berat untuk menegosiasikan status hukum Maduro serta mencari titik temu di tengah ancaman sanksi ekonomi yang lebih berat dan potensi isolasi internasional.
Pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis (15/1/2026) tersebut diperkirakan akan menjadi penentu apakah Venezuela akan menuju transisi damai atau terjerumus ke dalam konflik berkepanjangan yang melibatkan kekuatan besar global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


