Minggu, 5 April 2026

Ekonomi Jepang Nyaris Kena Resesi, Namun Pertumbuhan di Bawah Target

Penulis : Grace El Dora
16 Feb 2026 | 13:52 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ekonomi Jepang. (Foto: Gettys)
Ilustrasi ekonomi Jepang. (Foto: Gettys)

TOKYO, investor.id – Ekonomi Jepang berhasil menghindari resesi teknis setelah mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,1% pada kuartal keempat tahun 2025. Meskipun tren negatif berhasil dipatahkan, angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ini masih jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memprediksi ekspansi sebesar 0,4%.

Data dari Kantor Kabinet Jepang menunjukkan pemulihan ini didorong oleh konsumsi swasta yang kuat, yang mampu menutupi lesunya angka ekspor dan belanja publik. Secara tahunan (annualized), ekonomi Jepang tumbuh 0,2%, angka yang tergolong rendah dibandingkan perkiraan pasar sebesar 1,6%.

Sesaat setelah data PDB dirilis, indeks Nikkei 225 dibuka menguat tipis 0,12%. Namun, mata uang Yen justru melemah 0,25% ke level 153,06 per dolar Amerika Serikat (AS).

Meskipun pertumbuhan melambat, Bank of Japan (BOJ) tetap optimistis dengan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 menjadi 0,9%. BOJ meyakini akan terjadi "siklus positif" antara kenaikan harga dan upah, didukung oleh kebijakan moneter yang akomodatif dan langkah ekonomi pemerintah.

ADVERTISEMENT

Fokus pada Diplomasi Takaichi dan Trump

Laporan pertumbuhan ini muncul di tengah persiapan pertemuan penting antara Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru terpilih, Sanae Takaichi, dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua negara tengah menggodok kesepakatan investasi jumbo senilai US$ 550 miliar atau sekitar Rp 8.600 triliun.

PM Takaichi baru membawa Partai Demokrat Liberal (LDP) menang telak dalam pemilu lalu. Ia menjanjikan kebijakan fiskal yang "proaktif". Beberapa program unggulannya meliputi Penangguhan pajak pangan selama dua tahun, Peningkatan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB, serta Anggaran rekor sebesar 122 triliun Yen untuk mendukung biaya hidup rumah tangga.

Analis dari Goldman Sachs Bruce Kirk menyebutkan, sektor pertahanan akan menjadi katalis utama bagi pasar saham Jepang. Pertemuan Takaichi dengan Trump diprediksi akan menghasilkan banyak kesepakatan di bidang industrialisasi, otomasi pabrik, hingga pembangunan kapal.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintahan Trump yang ingin memulihkan dominasi maritim AS melalui kerja sama erat dengan Jepang dan Korea Selatan.

Dinamika Ekonomi Jepang di Bawah Kepemimpinan Baru

Jepang saat ini berada dalam masa transisi ekonomi yang krusial. Selama beberapa dekade, negara matahari terbit ini berjuang melawan deflasi dan pertumbuhan yang stagnan. Namun, dalam dua tahun terakhir, inflasi mulai stabil di atas target 2%, yang menandakan adanya perubahan struktural dalam pola konsumsi dan penetapan harga di tingkat perusahaan.

Kepemimpinan PM Sanae Takaichi membawa warna baru dengan pendekatan fiskal yang jauh lebih agresif dibandingkan pendahulunya. Dengan memadukan penguatan militer (pertahanan) dan jaring pengaman sosial (subsidi biaya hidup), Takaichi berupaya menjadikan Jepang sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri namun tetap terkoneksi erat dengan aliansi Barat.

Tantangan utamanya kini adalah memastikan anggaran belanja rekor tersebut tidak memperparah beban utang publik Jepang yang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, sambil menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia