Minggu, 5 April 2026

Indonesia, AS, Jepang Akan Kerja Sama Penerapan Reaktor Modular Kecil Nuklir

Penulis : Grace El Dora
3 Mar 2026 | 20:32 WIB
BAGIKAN
Pembukaan konferensi mengenai pengembangan reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/ SMR) antara Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan Jepang yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)
Pembukaan konferensi mengenai pengembangan reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/ SMR) antara Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan Jepang yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)

JAKARTA, investor.id – Dewan Energi Nasional (DEN) Indonesia bersama Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang menyelenggarakan konferensi selama tiga hari mengenai pengembangan reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/ SMR) selama tiga hari, mulai Selasa (3/3/2026) di Jakarta.

Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana menegaskan, DEN terus memperkuat kerja sama internasional dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta tata kelola nuklir berstandar global.

“Energi nuklir menawarkan solusi energi yang stabil dan rendah emisi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan kemajuan teknologi seperti SMR, pengembangan nuklir kini semakin adaptif dan relevan bagi negara-negara berkembang,” papar Dadan dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta, Selasa.

Dadan menuturkan, kerja sama dengan Amerika Serikat dan Jepang terkait SMR mencakup penguatan desain dan kerangka regulasi, peningkatan kompetensi manufaktur berteknologi tinggi, serta penerapan protokol keselamatan dan keamanan nuklir yang ketat.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat Peter M. Haymond menyampaikan, teknologi Amerika Serikat mendukung upaya Indonesia membangun masa depan energi yang aman dan tangguh.

“Bersama Jepang, Amerika Serikat merasa terhormat menjadi mitra jangka panjang yang terpercaya bagi Indonesia dalam mengembangkan energi nuklir yang aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Senada dengan Haymond, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang Mitsuru Myochin menyampaikan Jepang dan Amerika Serikat termasuk negara yang paling terpercaya dalam pengembangan SMR.

Ia menilai, konferensi mengenai SMR bersama Indonesia ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kerja sama trilateral ke tingkat yang baru. “Sebagai mitra, Jepang berharap dapat berkontribusi dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan kami serta terus terlibat dalam dialog substantif menuju kerja sama yang berorientasi ke depan, termasuk di bidang nuklir,” tambahnya.

Konferensi mengenai SMR ini mendorong pengembangan sektor energi nuklir Indonesia secara bertanggung jawab dengan memastikan setiap SMR di masa depan memenuhi standar internasional tertinggi dalam keselamatan, keamanan, dan nonproliferasi nuklir.

Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama bilateral dan trilateral, mendorong kemitraan publik-swasta, serta menyoroti peran para pemimpin industri nuklir AS dan Jepang dalam mendukung target energi Indonesia.

Pelaksanaan konferensi ini dilaksanakan di bawah program Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST) dari Departemen Luar Negeri AS, sebuah program bantuan keamanan energi nuklir sipil yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Jepang sebagai mitra kontributor,

Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang bergabung dalam program FIRST sebagai penerima manfaat pada 2019 dan memainkan peran utama sebagai pelopor regional dalam potensi penerapan SMR.

Small Modular Reactor (SMR) atau Reaktor Modular Kecil adalah generasi terbaru dari teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dirancang dengan kapasitas daya yang lebih kecil dibandingkan reaktor konvensional, biasanya hingga US$ 300 MW per unit.

Kata "modular" merujuk pada keunggulan teknologinya yang memungkinkan komponen utama reaktor dibuat di pabrik, kemudian dikirim dan dirakit di lokasi tujuan.

Berbeda dengan PLTN raksasa tradisional, SMR menawarkan beberapa keunggulan strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia:

- Keamanan Pasif: Desain SMR umumnya menggunakan sistem pendinginan alami yang tidak memerlukan intervensi manusia atau daya listrik eksternal jika terjadi keadaan darurat.

- Fleksibilitas Lokasi: Karena ukurannya yang ringkas, SMR dapat ditempatkan di lokasi dengan infrastruktur jaringan listrik yang terbatas atau di wilayah terpencil.

- Efisiensi Biaya: Proses fabrikasi massal di pabrik dapat menekan biaya konstruksi dan mempercepat waktu pembangunan dibandingkan reaktor skala besar.

Melalui program FIRST Amerika Serikat, Indonesia dipersiapkan untuk mengadopsi teknologi ini dengan standar keselamatan, keamanan, dan non-proliferasi internasional yang ketat.

Langkah ini selaras dengan target nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia, di mana nuklir diproyeksikan menjadi beban dasar (baseload) energi bersih yang stabil untuk mendampingi energi terbarukan lainnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia