Minggu, 5 April 2026

Pentagon Luncurkan Serangan Terdahsyat, Iran Ancam Targetkan Sektor Perbankan

Penulis : Grace El Dora
11 Mar 2026 | 19:52 WIB
BAGIKAN
Seorang pria melewati bangunan yang hancur yang dulunya merupakan kantor cabang Al-Qard Al-Hassan, sebuah lembaga keuangan non-bank yang dikelola oleh Hizbullah, yang terkena serangan udara Israel di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (Foto: AP/ Hussein Malla)
Seorang pria melewati bangunan yang hancur yang dulunya merupakan kantor cabang Al-Qard Al-Hassan, sebuah lembaga keuangan non-bank yang dikelola oleh Hizbullah, yang terkena serangan udara Israel di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (Foto: AP/ Hussein Malla)

TEHERAN, investor.id – Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang lebih menghancurkan. Pada Rabu (11/3/2026), Pentagon menggambarkan rangkaian serangan udara terbaru ke Iran sebagai operasi paling intensif sejak perang pecah.

Sebagai balasan atas hancurnya kantor-kantor perbankan nasionalnya, otoritas Iran mengancam akan menyerang balik target perbankan milik Amerika Serikat dan Israel di seluruh wilayah Timur Tengah.

Di tengah gempuran udara, spekulasi mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, terus berkembang. Sumber yang dikutip Reuters menyebutkan pihak Israel meyakini Mojtaba mengalami luka-luka akibat serangan udara awal perang yang menewaskan ayah, ibu, istri, dan putra laki-lakinya.

Meskipun belum muncul ke publik sejak dinobatkan sebagai penerus Ayatollah Ali Khamenei, televisi pemerintah Iran mulai menggunakan istilah yang merujuk pada "veteran terluka" saat mendeskripsikannya. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pesan langsung atau penampilan fisik dari Mojtaba yang dapat mengonfirmasi kondisi kesehatannya secara pasti.

ADVERTISEMENT

Balasan Militer Iran dan Dampak Global

Militer Iran mengklaim telah meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Irak utara, markas angkatan laut AS di Bahrain, serta kota Be'er Ya'akov di Israel tengah. Ledakan keras dilaporkan terdengar di Bahrain, sementara di Dubai, serangan pesawat tanpa awak (drone) menyebabkan empat orang terluka di dekat bandara internasional yang kini operasionalnya sudah sangat terbatas.

Di Teheran, warga mulai terbiasa dengan pemandangan "hujan hitam" akibat asap minyak yang membubung pasca-pengeboman. Ratusan ribu penduduk dilaporkan telah melarikan diri ke pedesaan guna menghindari serangan malam yang tiada henti.

Ancaman Krisis Energi dan Ekonomi

Dunia maritim juga semakin mencekam. Tiga kapal dagang kembali dihantam proyektil misterius di Teluk, menambah jumlah total kapal yang diserang menjadi 14 unit. Termasuk di antaranya kapal berbendera Thailand yang terbakar hebat serta kapal berbendera Jepang dan Kepulauan Marshall yang mengalami kerusakan serius.

Menanggapi ancaman krisis pasokan, Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak strategis global hingga 400 juta barel, rekor terbesar sepanjang sejarah, guna menstabilkan harga yang sempat menyentuh US$ 120 per barel.

Tidak Ada Negosiasi

Meski serangan AS-Israel diklaim telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan drone dan nuklir Iran, Teheran tetap bersikap keras. Iran bersumpah tidak akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz hingga serangan dihentikan dan menolak segala bentuk negosiasi.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran "20 kali lebih keras" jika jalur pelayaran tetap diblokade. Sementara itu, jumlah korban sipil terus berjatuhan; Duta Besar Iran untuk PBB menyebut lebih dari 1.300 warga sipil Iran tewas sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026.

Selat Hormuz merupakan "urat nadi" paling vital dalam sistem energi dunia. Penutupan jalur ini bukan hanya masalah militer, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia dan sebagian besar Gas Alam Cair (LNG) melewati jalur sempit ini.

Sejarah menunjukkan setiap kali ketegangan meningkat di wilayah ini, pasar global akan bereaksi dengan volatilitas harga yang ekstrem.

Intervensi IEA dengan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan pasar saat ini. Meskipun militer AS mengeklaim telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan proyektil Iran, taktik perang asimetris seperti pemasangan ranjau laut dan serangan drone jarak jauh tetap menjadi tantangan yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Keberlanjutan perang ini menempatkan dunia pada risiko "guncangan energi" yang dapat memicu resesi global jika jalur perdagangan tetap terputus dalam jangka panjang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia