Minggu, 5 April 2026

Nukilan Tarikh, Investasi Hati Hasan Zein Mahmud

Penulis : Listyorini
20 Sep 2020 | 20:57 WIB
BAGIKAN
Buku Nukilan Tarikh, karya Hazan Zein Mahmud.
Buku Nukilan Tarikh, karya Hazan Zein Mahmud.

Investor.id - Perenungan mantan Dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud, di Yogyakarta tentang kehidupan manusia, gelora cinta, dan emosi, membuahkan sebuah buku apik yang diberi judul Nukilan Tarikh.

Buku ini merupakan kontemplasi dirinya dari kejenuhan karena selama ini lebih banyak menyoroti masalah keuangan, khususnya pasar modal.

"Saya sudah banyak menulis artikel yang lebih mengedepankan aspek intelektual. Buku ini merupakan demensi lain dari diri saya yang terpendam, yang suka menulis, bersajak, dan juga merenungkan aspek kemanusiaan," katanya dalam "Ngopi Sore" secara virtual, Minggu (20/9/2020).

Ia sangat berharap, buku ini bisa membuat pembacanya bergetar. Rasa yang sama ketika ia membaca buku tentang sejarah Islam yang ditulis oleh sahabat-sahabat Rasullulah Muhamad SAW.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, Buku Nukilan Tarikh merupakan investasi hati. "Investasi hati adalah kebajikan. Kebajikan adalah investasi yang tak pernah gagal," ujarnya.

Ia menjelaskan, buku Nukilan Tarikh adalah cerita pendek, sangat ringan tentang sahabat-sahabat Nabi Muhammad yang perlu ditauladani.

Cerita sahabat-sahabat Nabi Muhammad, kata Hasan Zein, telah menarik dirinya dalam dimensi imajiner, menembus ruang dan waktu, masuk ke dalam masa itu, dan membangkitkan gelora emosinya.

Cerita dari sahabat nabi, seperti Umar bin Khattab, sangat mengesankan hatinya. Contoh pemimpin yang perlu diteladani dan begitu menyayangi rakyatnya.

"Kalau rakyat kenyang, saya adalah yang terakhir merasakan kenyang. Sebaliknya kalau rakyat lapar, maka saya harus yang pertama merasakan kelaparan itu," ujar Umar. Kalimat itu membuat emosi Hasan Zein bergetar, karena syarat makna.

Juga cerita seorang ibu yang harus memasak batu untuk menghibur anak-anaknya yang kelaparan hingga anak tersebut tertidur lelap dengan menahan lapar.

Ia sangat berharap cerita-cerita pendek ini bisa menginspirasi, setidaknya menjadi perenungan, dan bisa menggetarkan emosi bagi yang membacanya.

Bagi dia, Islam adalah akhlak, kebajikan. Sayangnya, nilai-nilai luhur itu kini telah tereduksi oleh banyak kepentingan.

Hasan Zein mengatakan bahwa dia bukanlah ahli agama. Jadi buku Nukilan Tarikh semangatnya adalah mengobarkan nilai tentang pentingnya membangun akhlak yang baik.

Menurut dia, jika Islam ingin kembai berjaya maka harus kembali ke akhlak, bukan hadir dalam panji-panji dan bendera-bendera. Sebab, Islam bukan bendera tetapi perilaku yang baik sehingga banyak orang bisa merasakan kehadiran Islam.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia