Pertimbangkan 3 Hal Sebelum Beli Dogecoin
Investor.id – Uang kripto saat ini sedang hype, banyak masyarakat yang tertarik berdagang komoditas itu karena pergerakan harganya yang fantastis, dibumbui dengan berita tentang seseorang yang menghasilkan keuntungan spektakuler dari berdagang kripto. Apalagi dogecon sempat naik 12.000% sepanjang tahun ini.
Elon Musk, pendiri Tesla disebut-sebut sebagai Dogefather menjadi magnit untuk transaksi Doge. Coin yang semula dianggap sebagai lelucon melambung tinggi dari di bawah 1 sen menjadi 60 sen hanya dalam waktu satu bulan.
Banyak orang berbondong-bondong masuk kripto karena tidak mau ketinggalan untuk meraih cuan. Namun, ada baiknya investor pemula menyimak 3 hal ini sebelum membeli Dogecoin.
1. Waspadai Gelembung Kripto
Itu terjadi ketika harga barang jauh melebihi nilai aslinya.
Kenaikan Dogecoin hingga lebih dari 12.000% sepanjang tahun, dinilai para ahli, tidak didukung oleh fundamental, tetapi lebih dari harapan bahwa itu akan terus menjadi lebih mahal.
Spekulasi itu, tentu saja, yang memicu gelembung.
Tetapi mengetahui bahwa dogecoin belum benar-benar menjadi produk yang jauh lebih berharga selama setahun terakhir, tidak mungkin mencegah orang mencoba memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan.
Orang-orang membeli aset bahkan ketika mereka tahu nilainya sudah terlalu tinggi, "karena mereka memperkirakan harga akan naik lebih tinggi," kata Bruce Mizrach, seorang profesor ekonomi di Sekolah Seni dan Sains Rutgers.
“Mereka semua percaya bahwa mereka bisa keluar sebelum gelembung itu jatuh. Pada saat sebagian besar investor individu memasuki investasi yang meningkat, seringkali sudah terlambat,” kata Kent Baker, seorang profesor keuangan di American University.
2. FOMO bisa menjadi bumerang
Kisah jutawan dogecoin. Orang-orang membeli rumah, berkat mata uangnya, membuat banyak orang FOMO (fear of missing out) atau takut ketinggalan.
Investor sering menjadi mangsa bias media sosial yang "menggiring," opini untuk secepatnya membeli, kata Baker. Padahal, saat membeli harga sudah dipucuk dan tinggal menunggu ombrol karena selalu ada yang memanfaatkan untuk merealisasikan keuntunganya (take profit).
Pada umumnya, orang dalam kerumunan membeli kripto karena mempercayai hal yang sama, dengan sedikit dukungan data.
3. Tidak dapat mengetahui nilai sebenarnya
Mencoba memahami penilaian fundamental aset digital "sangat rumit", kata Mizrach.
Dengan sebagian besar saham, katanya, Anda setidaknya bisa mendapatkan rasio harga terhadap pendapatan. Angka itu dapat membantu investor menentukan apakah sebuah perusahaan sudah overvalued atau undervalued.
Hal ini tidak didapat dari dogecoin. "Kenaikan cryptocurrency mengingatkan pada tahap awal gelembung internet dengan investor mencoba mengevaluasi saham tanpa pendapatan," kata Mizrach.
Space X Jadikan Dogecoin Sebagai Alat Pembayaran
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

