Minggu, 5 April 2026

Sektor Keuangan dan Teknologi Menarik Dikoleksi Saat Perang Dagang

Penulis : Monique Handa Shafira
17 Apr 2025 | 16:12 WIB
BAGIKAN
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata. (Foto: B-Universe/ Monique Handa Shafira)
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata. (Foto: B-Universe/ Monique Handa Shafira)

TANGERANG, investor.id – Sektor keuangan dan teknologi dinilai menarik untuk dikoleksi di tengah perang dagang global yang kian agresif. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, sektor keuangan saat ini cukup menarik untuk dicermati meskipun likuiditas masih menjadi kendala perbankan.

Ia pun menjagokan saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) karena pertumbuhannya yang paling kuat dibandingkan dengan bank besar lainnya di Indonesia.

“Sektornya tadi saya sudah bahas finance (keuangan) cukup menarik. Dari sekian banyak bank besar, BRIS yang pertumbuhan net profit-nya bisa sekitar 20%,” papar Liza selepas hadir sebagai panelis Forum Group Discussion (FGD) Berita Satu Spesial bertema “Meracik Portofolio Investasi di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump” di Tokyo Hub PIK2, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/4/2025).

ADVERTISEMENT

Selain sektor keuangan, Liza Camelia Suryanata merekomendasikan sektor teknologi yang layak untuk dikoleksi. Menurutnya, sektor teknologi saat ini perlahan merangkak naik karena didukung kemajuan teknologi, seperti pembuatan robot dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intellegence/ AI) di negara-negara maju.

“Jadi perusahaan Indonesia yang mulai bergerak ke arah situ (pembuatan robot dan penggunaan AI), kayaknya lagi dapat angin segar saat ini,” imbuh Liza. Ia pun menyarankan investor untuk melakukan aksi speculative buy atau buy on weakness saat harga saham berfluktuatif di tengah ketidakpastian perang dagang global. Harapannya, harga saham yang dibeli akan meningkat di masa depan.

Kendati demikian, Liza mengatakan investor juga perlu memperhatikan managemen keuangan yang cukup disiplin. Dia menyarankan, setidaknya menyisihkan 30% dana dari total dana trading masing-masing.

Dikatakan Liza, investor juga perlu merencanakan strategi pembelian saham dalam jangka pendek (short term investment) dan jangka panjang (long term investment). Hal ini melihat harga saham yang kian menarik, bahkan berada pada support bottom.

“Untuk jangka panjang mereka juga boleh melakukan akumulasi harga saat ini untuk ditahan, misalkan sampai akhir tahun. Siapa tahu nanti The Fed (The Federal Reserve, red) akan memotong suku bunganya, walaupun sekarang higher or longer,” jelas Liza Camelia Suryanata.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia