Sektor Keuangan dan Teknologi Menarik Dikoleksi Saat Perang Dagang
TANGERANG, investor.id – Sektor keuangan dan teknologi dinilai menarik untuk dikoleksi di tengah perang dagang global yang kian agresif. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, sektor keuangan saat ini cukup menarik untuk dicermati meskipun likuiditas masih menjadi kendala perbankan.
Ia pun menjagokan saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) karena pertumbuhannya yang paling kuat dibandingkan dengan bank besar lainnya di Indonesia.
“Sektornya tadi saya sudah bahas finance (keuangan) cukup menarik. Dari sekian banyak bank besar, BRIS yang pertumbuhan net profit-nya bisa sekitar 20%,” papar Liza selepas hadir sebagai panelis Forum Group Discussion (FGD) Berita Satu Spesial bertema “Meracik Portofolio Investasi di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump” di Tokyo Hub PIK2, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/4/2025).
Selain sektor keuangan, Liza Camelia Suryanata merekomendasikan sektor teknologi yang layak untuk dikoleksi. Menurutnya, sektor teknologi saat ini perlahan merangkak naik karena didukung kemajuan teknologi, seperti pembuatan robot dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intellegence/ AI) di negara-negara maju.
“Jadi perusahaan Indonesia yang mulai bergerak ke arah situ (pembuatan robot dan penggunaan AI), kayaknya lagi dapat angin segar saat ini,” imbuh Liza. Ia pun menyarankan investor untuk melakukan aksi speculative buy atau buy on weakness saat harga saham berfluktuatif di tengah ketidakpastian perang dagang global. Harapannya, harga saham yang dibeli akan meningkat di masa depan.
Kendati demikian, Liza mengatakan investor juga perlu memperhatikan managemen keuangan yang cukup disiplin. Dia menyarankan, setidaknya menyisihkan 30% dana dari total dana trading masing-masing.
Dikatakan Liza, investor juga perlu merencanakan strategi pembelian saham dalam jangka pendek (short term investment) dan jangka panjang (long term investment). Hal ini melihat harga saham yang kian menarik, bahkan berada pada support bottom.
“Untuk jangka panjang mereka juga boleh melakukan akumulasi harga saat ini untuk ditahan, misalkan sampai akhir tahun. Siapa tahu nanti The Fed (The Federal Reserve, red) akan memotong suku bunganya, walaupun sekarang higher or longer,” jelas Liza Camelia Suryanata.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






