Protergo Perkenalkan Graha Protergo
JAKARTA,investor.id - PT Protergo Siber Sekuriti memperkenalkan kantornya yang beralamat di Graha Protergo, Jakarta Selatan. Protergo merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki cyber-security hub dengan total luas lahan sebesar 800 meter persegi.
Graha Protergo dibagi menjadi beberapa lantai. Lantai pertama didedikasikan sebagai experience center, di mana para klien dapat menyaksikan secara langsung simulasi malware, ransomware, dan ancaman siber lainnya.
Selanjutnya, lantai kedua di Graha Protergo didedikasikan sebagai Black Team Operation Center yang berfokus pada layanan penetration testing dan vulnerability assessment.
Kemudian, lantai ketiga Graha Protergo didedikasikan sebagai X-Force Operation Center, tim yang didedikasikan untuk memantau perkembangan infrastruktur klien sepanjang waktu (24 jam/7 hari).
“Kami perlu memperkuat keamanan siber di Indonesia, sehingga para pelanggan merasa aman, itulah misi Protergo,” ujar Co-Founder PT Protergo Siber Sekuriti Marco Cioffi, dikutip Minggu (30/1).
Selanjutnya, lanjut dia, untuk meningkatkan postur keamanan siber dari klien-kliennya dan negara Indonesia, Protergo pun telah bermitra dengan perusahaan-perusahaan global, termasuk AT&T, AlienVault, Sentinel One, dan Fortinet.
Saat ini, Protergo telah memiliki lebih dari 100 karyawan dengan bidang keahlian cyber-security. Sampai sekarang, Protergo telah memiliki lebih dari 60 klien pada sektor ekonomi dan bisnis, antara lain perbankan, asuransi, teknologi finansial, telekomunikasi, e-commerce, dan ritel.
Ke depan, Protergo akan fokus untuk memperluas layanan, khususnya untuk memberikan pelatihan kepada personil cyber-security di Indonesia. Perseroan juga akan mengembangkan teknologi yang dapat memberikan proteksi lebih pada infrastruktur siber serta menawarkan layanan untuk consumer security, seperti melindungi mobile phone.
“Indonesia dapat mengembangkan cyber-security berkelas dunia. Terlebih, Indonesia memiliki generasi muda yang bertalenta. Maka dari itu, kami akan terus berfokus untuk menyediakan layanan yang terbaik, sehingga layanan cyber-security Indonesia dapat diekspor ke seluruh Asia,” tutup Marco.
Protergo merupakan salah satu perusahaan cyber-security terkemuka di Indonesia. Protergo didirikan tahun 2018 oleh sekelompok pengusaha teknologi, yakni Otto Toto Sugiri (pendiri DCI Indonesia) dan Marco Cioffi (ahli bidang cyber-security dengan latar belakang pendidikan di MIT).
Perseroan melihat bahwa kehadiran perusahaan cyber-security semakin dibutuhkan di Indonesia. Menurut OJK, pada 2020 sampai 2021, kerugian akibat serangan siber pada sektor perbankan nasional mencapai Rp 246 miliar.
Serangan siber di Tanah Air pun terus meningkat sejak tahun 2020. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSB) pun melaporkan bahwa terdapat 190 juta serangan siber pada dari Januari sampai Agustus 2020, empat kali lebih banyak dibanding 39 juta serangan tahun 2019.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

