Digitalisasi UMKM Berpotensi Ciptakan Nilai Pasar US$ 63,3 Miliar
JAKARTA,investor.id-Momentum Works, perusahaan modal ventura yang berbasis di Singapura, mengeluarkan laporan yang mengungkapkan, proses digitalisasi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan menghasilkan nilai pasar sebesar US$ 63,3 miliar.
Disebutkan, saat ini jumlah UMKM di Indonesia sekitar 65 juta UMKM, dengan 98,7% adalah segmen mikro yang mempepekerjakan sebanyak 110 juta orang, atau sebesar 97% dari angkatan kerja.
“Digitalisasi UMKM akan terus berlanjut, dan tidak ada kata mundur. Pertanyaannya adalah apakah model bisnis teknologi yang menguntungkan dapat dibangun dan dipertahankan selama proses ini. Pada akhirnya, ini adalah permainan ketahanan, ketekunan, dan eksekusi yang gigih,” kata Jianggan Li, Pendiri dan CEO Momentum Works melalui siaran pers, Selasa (30/8/2022).
Berdasarkan penelitian lapangan dan wawancara ahli Momentum Works, jumlah UMKM yang berjalan sepanjang tahun, berkisar antara 10 hingga 12 juta. Digitalisasi baru saja dimulai, dengan kurang dari 3 juta bisnis memiliki setidaknya mesin kasir (atau POS).
Ada banyak startup yang bisnisnya berkisar pada digitalisasi UMKM di Indonesia, menyediakan model bisnis termasuk perangkat lunak, distribusi business to business (B2B), dan layanan keuangan digital.
“Kami memperkirakan total nilai perusahaan yang dapat diciptakan dengan mendigitalkan UMKM di Indonesia adalah US$ 63,3 miliar,” ungkap Li.
Disebutkan, segmen distribusi (pasokan dan logistik), dengan total nilai perusahaan potensial sebesar US$ 47,3 miliar. Jasa keuangan (pinjaman) adalah penerima manfaat tertinggi kedua dengan total nilai perusahaan potensial US$ 14,3 miliar. Software as a Service (SaaS) merupakan segmen terkecil, dengan total potensi nilai perusahaan sebesar US$ 1,7 miliar.
‘Menyadari nilai tersebut membutuhkan kerja keras, pemahaman tentang dinamika lokal, serta kesabaran. Karena digitalisasi penuh mungkin membutuhkan waktu satu dekade atau lebih untuk mencapainya,” tutur Li.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

