Pesona Alam Taman Nasional Bantimurung Maros
Jalan-jalan ke Sulawesi Selatan tepatnya di sekitar Makassar, sempatkanlah mampir ke Taman Nasional Bantimurung. Taman yang terletak di pegunungan Kabupaten Maros itu berjarak sekitar 42 km dari kota Makassar.
Taman Nasional Bantimurung cocok untuk wisatawan yang ingin berlibur sekaligus menambah wawasan fauna, khususnya spesies kupukupu. Taman berudara segar ini sangat terkenal akan penangkaran kupu-kupunya.
Berbagai jenis kupu-kupu sangat mudah ditemui disini, sampai-sampai dijuluki_kingdom of butterfly_atau kerajaan kupu-kupu.
Selain menikmati secara langsung kerajaan kupu-kupu, wisatawan juga disuguhi Air Terjun Bantimurung. Lalu, bisa menikmati perjalanan menuju goa, ataupun menikmati suasana alam yang hijau nan cantik seraya memandang danau berwarna. Taman Nasional Bantimurung dibangun pada 2004 di atas lahan seluas 437 kilometer persegi.
Lokasi ini sangat mudah dikenali dengan patung monyet besar yang menyambut di pintu gerbang taman dan patung kupu-kupu besar di gerbang yang tidak jauh dari lokasi penangkaran kupu-kupu. Selain kupu-kupu dan air terjun, wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam dan karst dari atas jembatan berketinggian 20 meter dengan panjang 50 meter yang membentang di atas area penangkaran seluas 7.000 meter persegi (m2).
The Kingdom of Butterfly
Keanekaragaman kupu-kupu yang bertebaran di sekitar area ini menyebabkan Alfred Russel Wallace (1857) menjuluki Bantimurung sebagai “The Kingdom of Butterfly”. Pada akhirnya dibangun pulalah tempat penangkaran kupu-kupu yang diusung dalam konsep Taman Kupu-Kupu dimana selain berfungsi untuk kepentingan konservasi juga merupakan wahana pendidikan dan konservasi bagi masyarakat umum.
Saat wisatawan berkunjung ke taman ini akan disambut dengan patung kupu-kupu raksasa di depan pintu gerbangnya serta patung kera raksasa yang dipajang setelah memasuki gerbang utama.
Setelah membeli tiket masuk, perjalanan menuju Museum Kupu- Kupu maupun ke air terjun harus ditempuh dengan berjalan kaki, tapi jangan kuatir karena jarak untuk menuju kesana relatif dekat. Museum Kupu-Kupu menyuguhkan aneka ragam kupu-kupu dari berbagai jenis, warna, dan ukuran. Semuanya terdokumentasi dengan lengkap di dalam museum.
Menurut info, beragam kupu-kupu yang ada di sekitar area itu sebenarnya berasal dari sebuah danau yang dikenal dengan nama Danau Kassi Kebo. Danau ini dikelilingi oleh tebingtebing terjal dan dihiasi hamparan pasir putih di tepiannya. Danau inilah yang menjadi habitat utama dari kupu-kupu yang ada di Bantimurung ini.
Air Terjun Bantimurung
Bagi wisatawan yang berkunjung ke taman nasional juga bisa menikmati sensasi alam yaitu bermain dan mandi di Air Terjun Bantimurung. Banyak wisatawan memanfaatkan moment bermain air ataupun perosotan air dengan menggunakan ban.
Meski air terjun ini diapit oleh banyak batu-batuan besar, tetapi bermain air di tempat ini masih cukup aman. Karena itu, pengunjung selalu berbondong-bondong ke tempat ini, sekaligus beristirahat sejenak, setelah berkeliling kawasan Taman Nasional Bantimurung.
Tidak jauh dari air terjun, tepatnya di sebelah kiri wisatawan akan menemui tangga dari bebatuan yang akan membawa pengunjung ke danau Kassi Kebo atau hulu Air Terjun Bantimurung. Wisatawan akan menikmati danau berwarna biru kehijauan yang tenang dan gua batu yang menyajikan stalagtit dan stalagmit yang menambah keindahan pemandangan di atas air terjun.
Helena Skybridge
Helena Skybridge merupakan jembatan gantung yang dibangun di atas kawasan penangkaran kupu-kupu. Di sini pengunjung dapat menikmati sensasi berjalan di ketinggian, sambil menikmati suguhan pemandangan Taman Nasional Bantimurung, lengkap dengan deretan tebing karstnya yang indah, serta kupu-kupu berseliweran.
Untuk menyebrangi jembatan ini pengunjung harus mengenakan alat pengaman yang disediakan pengelola. Berswafoto diperbolehkan, tidak perlu khawatir. Jembatan ini sanggup menanggung beban hingga 10 orang dewasa sekaligus.
Tak bisa dipungkiri bahwa deretan tebing karst memang jadi salah satu daya tarik utama di sini. Gugusan batu alami tersebut nampak tertata rapi dan menjadi daya tarik tersendiri, karena bisa menikmati semua pemandangan tersebut sembari menyusuri Helena Skybridge.
Selain menikmati pemandangan indah, wisatawan bisa membawa pulang aneka souvenir kupu-kupu yang diawetkan dalam bingkai kaca indah. Harganya dibanderol mulai Rp80.000 hingga Rp1,3 juta, tergantung ukuran. Jenis kupu-kupu yang diawetkan juga beragam. Biasanya harganya juga menyesuaikan spesies. Jika tidak sempat datang langsung ke taman wisata ini, kalian juga bisa memesan ke produsennya.
Akses dan Akomodasi
Untuk menuju taman ini wisatawan bisa menggunakan sepeda motor roda dua maupun mobil. Akses jalannya cukup bagus dan mudah, bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih satu setengah jam dari Makassar. Taman Wisata Bantimurung berada tak jauh dari jalan raya sehingga sangat mudah ditemukan.
Tiket masuknya terbilang cukup murah, sekitar Rp20.000- an per orang untuk akses Helena Skybridge dan Rp5.000 an untuk masuk kawasan taman nasional. Bicara fasilitas, semuanya sudah tersedia lengkap, mulai dari kamar mandi, toilet, lahan parkir hingga deretan warung.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

