6 Pos Pengeluaran THR, Jangan Habiskan untuk Lebaran
JAKARTA, investor.id – Uang Tunjangan Hari Raya atau THR harus dikelola dengan baik. Setidaknya, ada 6 pos pengeluaran THR.
Hari Raya Idul Fitri 1445 tak lama lagi akan dirayakan pada 10-11 April 2024. Sebagian besar karyawan hingga aparatur sipil negara (ASN) pun telah menerima uang THR. Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, CFP membagikan kiat mengelola THR.“THR perlu dikelola dengan bijaksana agar jangan sampai habis sama sekali atau bahkan minus alias defisit. Pisahkan dana THR dari gaji bulanan. Gunakan THR untuk pengeluaran hari raya,” tegas Mike kepada Investor Daily.
Menurut Mike, ada 6 pos pengeluaran THR, yaitu zakat dan infak, makanan untuk hari raya, busana dan perlengkapan ibadah, mudik dan silaturahmi lebaran, menabung, dan membayar utang. Untuk pos pengeluaran hari raya, pertama amal, meliputi zakat fitrah, zakat mal, infaq, sedekah, bayar THR pekerja domestik yang bekerja pada kita.
Kedua, makanan khas hari raya, seperti hidangan utama, kue lebaran, dan hantaran.
Ketiga, busana dan perlengkapan ibadah.
Keempat, mudik/silaturahmi lebaran atau transportasi, rekreasi, makan di luar, hingga penginapan. “Persentase besar kecilnya sesuaikan dengan kebutuhan saja,” ujar Mike.
Kelima, ada baiknya dana THR juga dialokasikan untuk menambahan jumlah tabungan. “Kalau begitu bisa dialokasikan 10% dari THR utk nambah tabungan,” saran Mike.
Keenam, bila ada utang, alokasikan juga untuk membayar utang. Apakah sebaiknya dipakai untuk melunasi utang saja? “Tergantung jenis utang apa dulu dan bagaimana kondisinya. jika punya sisa saldo kartu kredit, maka dari pada bayar minimum payment maka gunakan THR untuk melunasi seluruhnya saldo kartu kredit tersebut,” ujar Mike.
Untuk jenis utang lain, jika cicilannya lancar dan masih dalam batas normal (total cicilan bulanan = max 30% dari gaji bulanan), tidak harus melakukan pelunasan karena masih terhitung sehat. Namun jika total utangnya terlalu besar, maka menggunakan dana THR misalnya 30-50% untuk pelunasan sejumlah tertentu agar saldo uutang berkurang.
Sementara gaji, Mike menyarankan digunakan untuk pengeluaran biaya hidup rutin, contohnya bayar tagihan listrik, air, internet, beli pulsa, bensin, cicilan utang, belanja dapur, asuransi, tabungan, dan lain-lain. “Jadi, THR dan gaji jangan dicampur ya!” ujar Mike.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






