Minggu, 5 April 2026

Memasyarakatkan Manfaat Aromaterapi

Penulis : Euis Rita Hartati
30 Aug 2024 | 19:33 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi minyak aromaterapi dengan kandungan citrus. (Freepik)
Ilustrasi minyak aromaterapi dengan kandungan citrus. (Freepik)

JAKARTA, investor.id - Aromaterapi memiliki banyak manfaat. Namun, saat ini belum banyak masyarakat yang paham bahkan mengenal apa itu aromaterapi.

Ketua Indonesian Aromatherapy Association (IAA) Martsiano atau yang akrab dipanggil Ano mengatakan, sesungguhnya Indonesia sudah lama menggunakan aromaterapi dalam berbagai bentuk, seperti minyak tawon, meskipun banyak orang yang belum menyadari bahwa itu adalah bagian dari aromaterapi. Bahkan tren pengobatan aromaterapi di Indonesia terus berkembang dengan munculnya berbagai varian baru aromaterapi dan penelitian yang aktif.

Ano juga mengakui tantangan utama yang dihadapi industri ini adalah memasyarakatkan aromaterapi. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat bahwa minyak atsiri yang digunakan dalam aromaterapi aman, dan ke depan, profesi aromaterapis diharapkan bisa mendapatkan pengakuan yang lebih luas.

Ida Rahmi Kurniasih, seorang apoteker dan Direktur Industri Farmasi, berbagi pengalamannya dalam membangun bisnis retail aromaterapi. Ia optimis dengan masa depan industri ini, mengingat Indonesia memiliki biodiversitas yang kaya dan tren kesehatan serta wellness yang terus berkembang.

"Industri aromaterapi di Indonesia sangat menjanjikan. Dengan sumber daya alam yang melimpah, kita bisa mengembangkan produk aromaterapi yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat kita," kata Ida. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri farmasi dan produsen aromaterapi dalam menciptakan produk yang aman dan efektif.

ADVERTISEMENT

Ida menambahkan bahwa pengobatan holistik, yang menggabungkan terapi konvensional dengan aromaterapi, sudah mulai diterapkan di Barat dan bisa menjadi tren di Indonesia. "Kami berharap bahwa riset dan pengembangan dalam bidang ini terus didorong, agar aromaterapi dapat diterima oleh masyarakat dan regulator," tutupnya.

Dengan kombinasi kepemimpinan yang kuat, riset yang berkelanjutan, dan kolaborasi antar industri, masa depan industri aromaterapi di Indonesia terlihat semakin cerah.

Guna lebih memperkenalkan ke masyarakat mengenai aromaterapi, IAA mengatakan gathering yang dihadiri oleh 90 peserta. Acara juga menghadirkan pembicara-pembicara ahli yang sudah lama berkecimpung dalam dunia farmasi dan aromaterapi.

CV XOSO, sebuah perusahaan manufaktur yang fokus pada produksi essential oil, tampil sebagai sponsor utama dalam IAA Gathering. Dalam wawancara eksklusif, perwakilan dari CV XOSO mengungkapkan tujuan dan harapan mereka terkait dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang aromaterapi.

Menurut perwakilan CV XOSO, perusahaan ini sebelumnya lebih banyak mengekspor produk-produk mereka ke luar negeri. Namun, sejak pandemi COVID-19, mereka melihat adanya peningkatan signifikan dalam permintaan aromaterapi di pasar domestik. "Kami melihat banyak UMKM yang mulai bermunculan, terutama di sektor aromaterapi dan hand sanitizer. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mendukung UMKM lokal dengan harapan bisa menjadi bisnis-bisnis baru yang besar di Indonesia," ujarnya.

Terkait potensi Indonesia untuk menjadi pelaku utama industri aromaterapi di dunia, CV XOSO optimis hal tersebut bisa tercapai. Namun, mereka menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah, terutama melalui regulasi yang jelas dan mendukung ekspor. "Jika kita memiliki regulasi yang mendukung seperti di China, di mana pemerintahnya sangat mendorong ekspor, kita pasti bisa menguasai pasar dunia," tambahnya.

Mengenai strategi marketing untuk menarik pelanggan, perwakilan CV XOSO menekankan pentingnya segmentasi pasar. "Untuk pasar menengah ke atas, kualitas adalah yang utama, meskipun biayanya lebih tinggi. Sementara untuk pasar menengah ke bawah, harga yang lebih terjangkau menjadi faktor penting, namun tetap harus memperhatikan kualitas bahan alami yang digunakan," jelasnya.

Sebagai perusahaan B2B (business-to-business), CV XOSO memilih untuk menjual produknya kepada bisnis lain tanpa memiliki merek sendiri. Mereka memberikan ruang bagi klien mereka untuk berinovasi dan memasarkan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada. "Pasarnya cukup besar untuk semua," tutupnya

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia