Sabtu, 4 April 2026

Agensi K-pop Terbesar Korsel Kehilangan Market Cap Rp 6,7 Triliun Gara-gara Ini

Penulis : Grace El Dora
1 Des 2024 | 09:20 WIB
BAGIKAN
Girl grup K-Pop NewJeans. (Foto: Instagram/ @newjeans_official)
Girl grup K-Pop NewJeans. (Foto: Instagram/ @newjeans_official)

SEOUL, investor.id – Agensi Korea pop (K-pop) terbesar di Korea Selatan (Korsel) bernama Hybe kehilangan lebih dari US$ 423 juta atau sekitar Rp 6,7 triliun pada Jumat (29/11/2024). Pasalnya, grup pendatang baru NewJeans telah mengumumkan akan mengakhiri kontraknya dengan sub-label Hybe yaitu ADOR.

Pengumuman tersebut menyusul perselisihan manajemen selama berbulan-bulan antara ADOR dan Hybe, membuat saham perusahaan tersebut anjlok hingga 6,97% pada perdagangan Jumat.

Girl group beranggotakan lima orang itu baru dibentuk pada 2022. Pihaknya mengadakan konferensi pers pada Kamis (28/11/2024) malam, mengatakan mereka akan meninggalkan agensi tersebut dengan mengklaim ADOR telah melanggar kontraknya dengan girlband tersebut.

Advertisement

“Tetap di sini akan membuang-buang waktu dan hanya akan membawa rasa sakit, secara mental,” kata anggota grup Hanni.

“Tidak ada yang bisa kami dapatkan secara profesional dengan tetap di sini, jadi kami berlima tidak melihat alasan untuk tetap di ADOR,” demikian terjemahan oleh outlet media Korsel Yonhap, dikutip Sabtu (30/11/2024).

Dua minggu lalu, NewJeans telah mengirimkan surat perintah hukum kepada Hybe dengan daftar tuntutan. Ini termasuk tuntutan mengembalikan mantan CEO ADOR Min Hee-jin ke posisinya. Jika gagal, anggota grup mengancam akan mengakhiri kontrak mereka.

Media Korsel JoongAng Ilbo juga melaporkan daftar tuntutan tersebut mencakup penanganan laporan internal Hybe yang mengatakan untuk "menyingkirkan NewJeans dan memulai yang baru".

“Ada perlakuan buruk, tidak hanya terhadap kami, tetapi juga terhadap staf kami, pencegahan dan pertentangan yang tak terhitung jumlahnya, miskomunikasi yang disengaja, dan manipulasi mengenai berbagai bidang," jelas Hanni. Dia tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

Hanni dilaporkan telah bersaksi di parlemen Korsel pada Oktober 2024, mengklaim ia telah mengalami pelecehan di tempat kerja label tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


InveStory 14 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 15 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 39 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia