Sabtu, 4 April 2026

Tertinggi Kedua Dunia, Pemerintah Libatkan Banyak Pihak Percepat Eliminisasi TBC

Penulis : Chandra Adi Nurwidya
29 Jan 2026 | 20:20 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri Ceremony Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang dirangkai dengan kegiatan skrining TBC terhadap 200 warga Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1/2026).
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri Ceremony Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang dirangkai dengan kegiatan skrining TBC terhadap 200 warga Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1/2026).

KULON PROGO, investor.id – Indonesia saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India dalam jumlah kasus Tuberkulosis (TBC). Jika dihitung secara rasio jumlah penduduk, angka kasus TBC di Indonesia bahkan dinilai lebih tinggi.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal itu saat menghadiri Ceremony Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang dirangkai dengan kegiatan skrining TBC terhadap 200 warga Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1/2026). 

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, mahasiswa, serta perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Advertisement

“Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua dunia kasus TBC tertinggi setelah India. Bahkan jika dibandingkan rasio per penduduk, angka kita lebih tinggi. Karena itu Presiden menugaskan kami untuk serius membereskan TBC,” tegas Benjamin, Kamis (29/1/2026).

Benjamin menambahkan, percepatan eliminasi TBC menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang masuk dalam delapan program hasil terbaik cepat di bidang kesehatan. 

Ia menjelaskan, penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan. Pemerintah melibatkan 31 kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, TNI–Polri, hingga Kementerian Perumahan, mengingat faktor lingkungan dan hunian sangat memengaruhi penularan TBC.

“Rumah tanpa ventilasi di daerah lembap bisa menyimpan kuman TBC berbulan-bulan. Tapi terkena sinar matahari 15–30 menit, kumannya bisa mati. Maka intervensi lingkungan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, di Kabupaten Kulon Progo baru ditemukan 429 kasus TBC dari estimasi lebih dari 800 kasus. Artinya, masih terdapat ratusan penderita yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan penyakit di masyarakat. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan ACF melalui penelusuran aktif kasus TBC. 

Kepala Puskesmas Sentolo 1, Renny Lo, menyampaikan bahwa kegiatan ACF merupakan bagian dari strategi terpadu yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Kulon Progo, dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra pengabdian masyarakat.

“UMY kami libatkan secara aktif melalui mahasiswa kesehatan untuk melakukan tracing dan investigasi kontak. Ini bentuk kolaborasi nyata antara layanan kesehatan dan dunia pendidikan,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Interprofessional Education (IPE) UMY turut terlibat langsung dalam kegiatan skrining dan edukasi masyarakat. Salah satu anggota KKN IPE UMY, Deas, menjelaskan bahwa mahasiswa berperan melakukan skrining awal untuk mendeteksi kasus TBC aktif yang belum teridentifikasi. 

“Kami melakukan pemeriksaan dasar seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah, rontgen paru, hingga pemeriksaan dahak. Harapannya, kasus TBC bisa ditemukan lebih dini dan segera ditangani,” jelasnya.

Melalui skrining massal dan edukasi kesehatan, semakin banyak kasus TBC yang terdeteksi lebih dini sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan penularan bisa ditekan.

“Musuh terbesar TBC adalah ketidaktahuan. Dengan screening, preventif, dan edukasi, kita bisa memutus rantai penularan,” pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 32 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 45 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 46 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia