Minggu, 5 April 2026

IDAI Imbau Orang Tua Cek Label Produk Pangan untuk Anak

Penulis : Grace El Dora
30 Jan 2026 | 12:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi orang tua edukasi anak membaca label makanan kemasan. (Foto: ANTARA/HO)
Ilustrasi orang tua edukasi anak membaca label makanan kemasan. (Foto: ANTARA/HO)

JAKARTA, investor.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan agar para orang tua melakukan pengecekan label pangan untuk memastikan produk yang tepat dan sesuai dengan tumbuh kembang anak.

“Pangan olahan kemasan ini, kalau memenuhi syarat BPOM atau mendapatkan izin BPOM pasti syaratnya lebih ketat. Mulai dari komposisi dan lain-lain. Nah apa yang harus kita cek? Pertama, tanggal kadaluwarsa,” kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dr.dr. Klara Yuliarti, Sp.A, Subs.N.P.M.(K) dalam webinar seperti dikutip Jumat (30/1/2026).

Dia menambahkan penting bagi orang tua untuk memastikan pangan olahan kemasan tidak kedaluwarsa.

“Walaupun ini biasanya kalau di supermarket, ya harusnya pemilik supermarket tidak boleh menjual makanan kedaluwarsa, tapi itu bisa terjadi ya, namanya juga human error,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengemukakan daftar komposisi bahan makanan juga sebaiknya diperhatikan, hal ni untuk menghindari alergen.

Ketiga, kata dia lagi, nutrition fact atau informasi nilai gizi (ING) yang dicetak berdasarkan takaran. Kemudian klaim gizi atau klaim kesehatan serta kategori pangan olahan.

Kelima hal tersebut menurutnya menjadi hal yang patut dipahami dan dicermati orang tua, pasalnya, anak-anak terutama di bawah usia tiga tahun dianggap populasi khusus atau kelompok yang harus dilindungi. Sehingga, syarat untuk mengonsumsi makanan olahan untuk anak usia di bawah tiga tahun lebih ketat dibanding dibandingkan dengan makanan umum.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa terdapat jenis pangan yang harus terdaftar di BPOM, yang meliputi pangan olahan dalam kemasan eceran, pangan fortifikasi atau yang diperkaya dengan zat gizi khusus.

Kemudian pangan wajib mendapatkan sertifikasi SNI seperti air minum kemasan, minyak goreng sawit dan sejenisnya, pangan untuk uji pasar serta Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang ditambahkan ke makanan untuk memberikan rasa atau warna tertentu seperti penyedap atau pewarna makanan.

Literasi Nutrisi dan Perlindungan Kelompok Rentan

Kesadaran akan pentingnya membaca label pangan menjadi krusial di tengah menjamurnya berbagai produk pangan olahan di pasar modern. Anak-anak, khususnya yang berusia di bawah tiga tahun, berada dalam periode emas pertumbuhan di mana asupan nutrisi sangat menentukan perkembangan kognitif dan fisik mereka.

Namun, kelompok ini juga memiliki sistem pencernaan dan imunitas yang belum sempurna, sehingga sangat rentan terhadap paparan bahan tambahan pangan yang berlebihan atau kontaminasi akibat produk yang sudah tidak layak konsumsi.

Selain risiko keracunan akibat produk kedaluwarsa, kurangnya ketelitian dalam membaca komposisi bahan sering kali memicu reaksi alergi yang fatal atau kontribusi pada masalah malnutrisi, seperti obesitas anak akibat konsumsi gula tersembunyi.

Dengan memahami lima poin utama dalam label pangan, mulai dari tanggal kedaluwarsa hingga klaim kesehatan, orang tua diharapkan dapat menjadi filter pertama dalam memastikan keamanan pangan di tingkat keluarga. Langkah preventif ini sejalan dengan standar BPOM dan SNI yang bertujuan untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan terlindungi dari risiko penyakit tidak menular sejak dini.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 52 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia