Perlu Kerja Lebih Keras Dongkrak Literasi dan Inklusi
3 Aug 2024 | 07:00 WIB
JAKARTA, investor.id – Pemerintah dan otoritas terkait dinilai perlu bekerja lebih keras dan serius untuk mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air. Pasalnya, dengan metode yang telah disempurnakan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menyebutkan bahwa indeks inklusi keuangan penduduk Indonesia tahun ini hanya sebesar 75,02%, lebih rendah dari hasil SNLIK sebelumnya.
Hasil SNLIK yang tahun ini dilakukan bersama-sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) itu justru ‘mengoreksi’ turun indeks inklusi keuangan survei OJK tahun 2022 yang sebesar 85,10%. Bahkan, indeks inklusi keuangan itu jauh di bawah data tingkat inklusi keuangan Indonesia dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang sebesar 88,7% pada 2023. Padahal, tahun ini pemerintah menargetkan tingkat inklusi mencapai 90%.

