Tekan Jumlah Kemiskinan dengan Program Fundamental
JAKARTA, investor.id – Kemiskinan merupakan salah satu pekerjaan rumah yang dimiliki pemerintah. Pada September 2024 jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 24,06 juta orang (8,57%). Meski angka ini menjadi yang terendah sepanjang sejarah tetapi pemerintah tidak bisa berpuas diri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 24,06 juta orang, menurun 1,16 juta orang terhadap Maret 2024 dan menurun 1,84 juta orang terhadap Maret 2023.
Ekonom Senior Bright Institute, Awalil Rizky mengatakan, ikhtiar untuk menurunkan jumlah penduduk miskin seharusnya bersifat fundamental. Dalam hal ini dibutuhkan kebijakan ekonomi yang secara perlahan memperbaiki kondisi pendapatan penduduk kelompok bawah atau yang miskin dan hampir miskin.
“Kondisi pendapatan terutama sekali bergantung pada ketersediaan lapangan kerja dan imbalan yang memadai atas kerja. Tidak hanya soal gaji, melainkan secara umum hasil kerja beberapa sektor utama,” tutur Awalil saat dihubungi pada Kamis (16/1/2025).
Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 sebesar 6,66%, menurun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 7,09%. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2024 sebesar 11,34%, menurun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 11,79%.
“Perlu diketahui bahwa hampir separuh penduduk miskin, memiliki kepala keluarga yang bekerja di sektor pertanian. Bisa dikatakan merupakan petani. Kebijakan ekonomi yang mendasar adalah yang terkait dengan hal ini,” kata Awalil.
Baca Juga:
Papan untuk Mengikis KemiskinanAwali menuturkan selama ini pemerintah lebih mengandalkan bantuan sosial dibanding mengupayakan kebijakan yang mendasar. Dia tidak menampik bahwa program perlindungan sosial cukup membantu mengurangi tingkat kemiskinan. Terutama jika diberikan pada bulan Maret dan bulan September, saat survei kemiskinan dilakukan. Namun hal itu tidak menyelesaikan masalah secara mendasar dan berkelanjutan.
“Bisa saja terjadi “perpindahan status” secara berulang. Mereka yang menerima bansos menjadi tidak miskin, nanti jika tak dapat akan menjadi miskin lagi. Indikasinya, sangat banyak yang hanya di sekitar garis kemiskinan. Tidak miskin, namun rentan untuk turun status menjadi miskin lagi,” tutur Awalil.
Kemiskinan Turun Sejak Pandemi
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

