Minggu, 21 Juni 2026

Tekan Jumlah Kemiskinan dengan Program Fundamental

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Jan 2025 | 21:14 WIB
BAGIKAN
Dua orang anak melintas di permukiman padat penduduk Muara Baru, Jakarta, Selasa (7/1/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Dua orang anak melintas di permukiman padat penduduk Muara Baru, Jakarta, Selasa (7/1/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Kemiskinan merupakan salah satu pekerjaan rumah yang dimiliki pemerintah. Pada September 2024 jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 24,06 juta orang (8,57%). Meski angka ini menjadi yang terendah sepanjang sejarah tetapi pemerintah tidak bisa berpuas diri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 24,06 juta orang, menurun 1,16 juta orang terhadap Maret 2024 dan menurun 1,84 juta orang terhadap Maret 2023.

Ekonom Senior Bright Institute, Awalil Rizky mengatakan, ikhtiar untuk menurunkan jumlah penduduk miskin seharusnya bersifat fundamental. Dalam hal ini dibutuhkan kebijakan ekonomi yang secara perlahan memperbaiki kondisi pendapatan penduduk kelompok bawah atau yang miskin dan hampir miskin.

ADVERTISEMENT

“Kondisi pendapatan terutama sekali bergantung pada ketersediaan lapangan kerja dan imbalan yang memadai atas kerja. Tidak hanya soal gaji, melainkan secara umum hasil kerja beberapa sektor utama,” tutur Awalil saat dihubungi pada Kamis (16/1/2025).

Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 sebesar 6,66%, menurun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 7,09%. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2024 sebesar 11,34%, menurun dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 11,79%.

“Perlu diketahui bahwa hampir separuh penduduk miskin, memiliki kepala keluarga yang bekerja di sektor pertanian. Bisa dikatakan merupakan petani. Kebijakan ekonomi yang mendasar adalah yang terkait dengan hal ini,” kata Awalil.

Awali menuturkan selama ini pemerintah lebih mengandalkan bantuan sosial dibanding mengupayakan kebijakan yang mendasar. Dia tidak menampik bahwa program perlindungan sosial cukup membantu mengurangi tingkat kemiskinan. Terutama jika diberikan pada bulan Maret dan bulan September, saat survei kemiskinan dilakukan. Namun hal itu tidak menyelesaikan masalah secara mendasar dan berkelanjutan.

“Bisa saja terjadi “perpindahan status” secara berulang. Mereka yang menerima bansos menjadi tidak miskin, nanti jika tak dapat akan menjadi miskin lagi. Indikasinya, sangat banyak yang hanya di sekitar garis kemiskinan. Tidak miskin, namun rentan untuk turun status menjadi miskin lagi,” tutur Awalil.

Kemiskinan Turun Sejak Pandemi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia