Ini Penyebab Ekonomi Indonesia Jadi Lesu
JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2025 sebesar 4,87% year on year (yoy). Perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tertahan kinerja komponen konsumsi pemerintah dan lonjakan impor.
Komponen konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar dari sisi pengeluaran pada kuartal I-2025. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89% dan memberikan kontribusi sebesar 54,53% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025.
“Konsumsi rumah tangga tetap tumbuh 4,89% didorong oleh momen Ramadan dan Idulfitri,” ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (5/5/2025).
Adapun subkomponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh tinggi adalah transportasi dan komunikasi, serta restoran dan hotel. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh pergeseran momen Ramadan dan Idulfitri.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga adalah investasi atau penanaman modal tetap bruto (PMTB). Komponen investasi tumbuh 2,12% dan memberikan kontribusi sebesar 28,03% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025.
PMTB tumbuh positif 2,12% tercermin pada beberapa indikator investasi yaitu peningkatan impor barang modal, khususnya jenis mesin dan kendaraan. “Subkomponen PMTB yang positif adalah mesin dan perlengkapan serta kendaraan,” imbuh Amalia.
Sementara komponen ekspor memberikan kontribusi 22,3% dan mengalami pertumbuhan 1,38% pada kuartal I-2025. Hal ini disokong pertumbuhan ekspor pada barang non migas dan ekspor jasa. Beberapa komoditas barang nonmigas yang mengalami peningkatan nilai dan volume ekspor antara lain lemak dan minyak/nabati; besi dan baja; mesin dan peralatan listrik; serta kendaraan dan bagiannya.
Baca Juga:
Saatnya Spending“Pertumbuhan ekspor jasa salah satunya didorong oleh peningkatan wisatawan mancanegara ke Indonesia terutama pada libur awal tahun,” tutur Amalia.
Selanjutnya komponen konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 5,88% tetapi mengalami kontraksi 1,38% pada kuartal I-2025. Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) memberikan kontribusi 1,39% dan tumbuh 3,07% pada kuartal I-2025. Sedangkan impor memberikan kontribusi pengurang sebesar 19,74% dan tumbuh 3,96% secara tahunan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






