Top Berita Ekonomi Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026
JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Kamis (22/1/2026), mulai dari mempercepat reformasi pasar modal, prediksi terbaru harga emas, hingga stimulus periode lebaran.
Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1. Usai IHSG Ambruk, OJK Percepat Reformasi Demi Kejar Target MSCI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh Self-Regulatory Organizations (SRO) bergerak cepat mengimplementasikan kebijakan struktural guna meredam gejolak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang anjlok selama dua hari berturut-turut, bahkan sempat terkena trading halt.
Reformasi tata kelola, transparansi kepemilikan, dan penyesuaian aturan free float menjadi agenda mendesak yang dipercepat demi mencegah risiko terbesar yakni penurunan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menekankan bahwa otoritas menyambut pernyataan MSCI sebagai masukan positif. Menurutnya, MSCI tetap menempatkan Indonesia sebagai pasar yang potensial dan investable bagi investor global, sehingga penyesuaian kebijakan dianggap krusial untuk memastikan keberlanjutan kepercayaan asing.
2. Harga Emas Tak Terbendung, Prediksi Terbaru Tembus US$ 6.500
Harga emas dunia diproyeksikan melesat tajam hingga menembus US$ 6.500 per ons troi pada 2026, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 5.500. Kenaikan itu dipicu kombinasi risiko geopolitik global, perang dagang berkepanjangan, hingga memanasnya dinamika politik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Perang dagang global kembali membara. Hubungan AS dengan Uni Eropa, China, Jepang, Korea Selatan, hingga negara berkembang dinilai masih berada di jalur konfrontatif. Kebijakan tarif baru dan ancaman balasan diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.
“Ini bukan hanya perang dagang, tapi sudah masuk ke perang mata uang. Dolar tertekan, dan itu sangat menguntungkan emas,” kata Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi pada Kamis (29/1/2026).
3. Pemerintah Siapkan Rp 13 Triliun untuk Jaga Daya Beli saat Lebaran
Pemerintah menyiapkan paket kebijakan insentif besar-besaran senilai Rp13 triliun guna menjaga daya beli masyarakat dan memperlancar arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk diskon tarif transportasi serta penyaluran bantuan sosial (bansos).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program ini mencakup berbagai moda transportasi publik hingga infrastruktur jalan tol untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.
“Untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, hingga jalan tol,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
4. Paradigma Baru BI Kelola Devisa
Bank Indonesia (BI) resmi menerapkan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan secara lebih adaptif dan berhati-hati dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa paradigma baru ini merupakan bagian dari sinergi kebijakan nasional yang transformatif. Tujuannya adalah memastikan nilai tukar rupiah tetap stabil serta menjaga resiliensi sektor eksternal Indonesia.
“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat," ucap Aida.
5. Bawang Putih Impor Segera Mendarat untuk Tekan Lonjakan Harga
Berdasarkan data BPS, harga rata-rata nasional bawang putih pada minggu keempat Januari 2026 telah menyentuh Rp 39.810 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 38.000 per kilogram. Tren kenaikan sebenarnya sudah terjadi sejak Desember 2025 lalu.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor akan masuk ke pasar domestik paling lambat pada awal Februari 2025, untuk meredam lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Seharusnya sih minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya di Tanjung Priok, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun, akan sesuai dengan harga acuan,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






