Sabtu, 4 April 2026

Top Berita Ekonomi Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026

Penulis : Prisma Ardianto
29 Jan 2026 | 19:05 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers OJK, BEI, bersama pihak-pihak terkait di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Dok. OJK)
Konferensi pers OJK, BEI, bersama pihak-pihak terkait di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Dok. OJK)

JAKARTA, investor.id - Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, investor.id menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Kamis (22/1/2026), mulai dari mempercepat reformasi pasar modal, prediksi terbaru harga emas, hingga stimulus periode lebaran.

Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:

1. Usai IHSG Ambruk, OJK Percepat Reformasi Demi Kejar Target MSCI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh Self-Regulatory Organizations (SRO) bergerak cepat mengimplementasikan kebijakan struktural guna meredam gejolak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang anjlok selama dua hari berturut-turut, bahkan sempat terkena trading halt.

Advertisement

Reformasi tata kelola, transparansi kepemilikan, dan penyesuaian aturan free float menjadi agenda mendesak yang dipercepat demi mencegah risiko terbesar yakni penurunan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menekankan bahwa otoritas menyambut pernyataan MSCI sebagai masukan positif. Menurutnya, MSCI tetap menempatkan Indonesia sebagai pasar yang potensial dan investable bagi investor global, sehingga penyesuaian kebijakan dianggap krusial untuk memastikan keberlanjutan kepercayaan asing.

Baca selengkapnya

2. Harga Emas Tak Terbendung, Prediksi Terbaru Tembus US$ 6.500

Harga emas dunia diproyeksikan melesat tajam hingga menembus US$ 6.500 per ons troi pada 2026, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 5.500. Kenaikan itu dipicu kombinasi risiko geopolitik global, perang dagang berkepanjangan, hingga memanasnya dinamika politik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Perang dagang global kembali membara. Hubungan AS dengan Uni Eropa, China, Jepang, Korea Selatan, hingga negara berkembang dinilai masih berada di jalur konfrontatif. Kebijakan tarif baru dan ancaman balasan diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.

“Ini bukan hanya perang dagang, tapi sudah masuk ke perang mata uang. Dolar tertekan, dan itu sangat menguntungkan emas,” kata Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi pada Kamis (29/1/2026).

Baca selengkapnya

3. Pemerintah Siapkan Rp 13 Triliun untuk Jaga Daya Beli saat Lebaran

Pemerintah menyiapkan paket kebijakan insentif besar-besaran senilai Rp13 triliun guna menjaga daya beli masyarakat dan memperlancar arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk diskon tarif transportasi serta penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program ini mencakup berbagai moda transportasi publik hingga infrastruktur jalan tol untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.

“Untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, hingga jalan tol,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca selengkapnya

4. Paradigma Baru BI Kelola Devisa

Bank Indonesia (BI) resmi menerapkan paradigma investasi baru dalam pengelolaan cadangan devisa guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan secara lebih adaptif dan berhati-hati dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk memperkuat kepercayaan investor di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa paradigma baru ini merupakan bagian dari sinergi kebijakan nasional yang transformatif. Tujuannya adalah memastikan nilai tukar rupiah tetap stabil serta menjaga resiliensi sektor eksternal Indonesia.

“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan ke depan perlu terus diperkuat," ucap Aida.

Baca selengkapnya

5. Bawang Putih Impor Segera Mendarat untuk Tekan Lonjakan Harga

Berdasarkan data BPS, harga rata-rata nasional bawang putih pada minggu keempat Januari 2026 telah menyentuh Rp 39.810 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 38.000 per kilogram. Tren kenaikan sebenarnya sudah terjadi sejak Desember 2025 lalu.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor akan masuk ke pasar domestik paling lambat pada awal Februari 2025, untuk meredam lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Seharusnya sih minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya di Tanjung Priok, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun, akan sesuai dengan harga acuan,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan.

Baca selengkapnya

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 32 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 45 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 46 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia