Minggu, 5 April 2026

Ekonom Prediksi BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75%

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Feb 2026 | 17:15 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: IST/Beritasatu.com)
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: IST/Beritasatu.com)

JAKARTA,investor.id – Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di angka 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Februari 2026.

Ekonom Senior Associate Faculty Lembaga Pengembang Perbankan Indonesia Ryan Kiryanto mengatakan dari sisi perekonomian dalam negeri inflasi tahunan sudah mencapai 3,55% pada Januari 2025. Sementara itu nilai tukar rupiah sedang berada dalam kondisi tertekan karena terdampak tekanan perekonomian global.

“Pilihan terbaik yang tersedia adalah BI Rate ditahan di level 4,75%. Namun stance pro growth tetap diupayakan melalui pelonggaran kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran,” ucap Ryan pada Rabu(18/2/2026).

ADVERTISEMENT

Bila dilihat secara musiman maka Inflasi bulanan dan tahunan cenderung meningkat saat momentum Ramadan dan Lebaran. Pasalnya terjadi kenaikan secara bersamaan dari sisi  penawaran (cost push inflation) maupun sisi  permintaaan (demand pull inflation). Ruang penurunan BI-Rate masih terbuka pasca perayaan Lebaran.

“Ruang pertumbuhan juga masih bisa ditopang oleh relaksasi kebijakan fiskal berupa penyediaan stimulus libur panjang sebesar Rp 12 triliun dan akselerasi serapan belanja pemerintah,” kata Ryan.

Sebelumnya dalam RDG pada 20-21 Januari 2026, BI  memutuskan untuk tetap menjaga  suku bunga acuan pada level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility  sebesar  5,5%.  Sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 basis poin, yaitu 25 basis poin pada September 2024 dan 125 basis poin selama tahun 2025 menjadi 4,75% hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022.

 Sependapat dengan Ryan, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam RDG bulan ini. Pasalnya BI masih harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah risiko pasar keuangan yang meningkat.

“Dalam konteks ini, kami memperkirakan BI akan terus memprioritaskan stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor daripada pelonggaran moneter dalam jangka pendek,” tutur Josua.

Menurut dia, tekanan  perekonomian timbul akibat peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai isu free float. Pada saat yang sama  terjadi revisi oleh lembaga pemeringkat Moody's terhadap prospek utang negara Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan premi risiko dan volatilitas aliran modal yang cenderung meningkat.

“Ruang untuk pemotongan suku bunga kebijakan tetap terbatas setidaknya hingga tekanan eksternal mereda dan sentimen pasar membaik,” terang Josua.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia