Minggu, 5 April 2026

Indef: Tarif Global AS 10% Jadi Momentum RI Negosiasi Ulang Perjanjian Dagang

Penulis : Akmalal Hamdhi
22 Feb 2026 | 16:17 WIB
BAGIKAN
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati perjanjian tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Dok. USTR)
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati perjanjian tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. (Dok. USTR)

JAKARTA, investor.id – Perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) menjadi tarif global sebesar 10% selama 150 hari dinilai membuka ruang baru bagi Indonesia. Pemerintah didorong untuk meninjau kembali kesepakatan dagang yang telah diteken guna memperjuangkan posisi tawar yang lebih setara.

Direktur Program Indef, Eisha M. Rachbini, menilai momentum ini harus dimanfaatkan karena sebelumnya produk Indonesia dikenakan tarif 19% yang dinilai tidak adil. Peluang negosiasi muncul menyusul putusan Mahkamah Agung AS (US Supreme Court) yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal global dan menetapkan tarif 10% mulai 24 Februari 2026.

“Pemerintah memiliki peluang dan ruang untuk bernegosiasi kembali dengan menggunakan dasar Keputusan US Supreme Court yang membatalkan tarif resiprokal untuk dapat memperjuangkan kepentingan dan kedaulatan masyarakat Indonesia,” ujar Eisha dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Eisha menggarisbawahi bahwa kesepakatan timbal balik saat ini belum mencerminkan kesetaraan. Meski Indonesia mengantongi komitmen investasi sebesar US$ 38,4 miliar dan tarif 0% untuk 1.819 produk seperti tekstil dan kopi, tarif umum sebesar 19% bagi produk Indonesia lainnya dianggap masih terlalu tinggi.

ADVERTISEMENT

“Kesepakatan timbal balik tersebut terlihat tidak setara antara kedua pihak, dimana Produk Indonesia yang di Impor oleh AS mendapatkan tarif 19%, walaupun memang terdapat beberapa produk yang mendapat tarif 0%,” imbuhnya.

Sebaliknya, Indonesia telah menghapus 99% hambatan tarif bagi produk impor asal AS. Eisha memperingatkan risiko membanjirnya produk pertanian seperti gandum, kedelai, dan daging sapi yang dapat memukul petani serta peternak lokal, sekaligus memperlebar defisit neraca perdagangan.

Selain masalah pangan, Indef menyoroti poin pengecualian sertifikasi halal yang dinilai dapat menghambat pengembangan ekosistem industri halal nasional. Isu perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian serius karena adanya pelonggaran transfer data lintas batas (cross border) dari Indonesia ke AS.

Karena itu, Eisha mendorong pemerintah untuk tetap memprioritaskan kedaulatan masyarakat dalam negosiasi ulang nanti, mulai dari perlindungan UMKM hingga keamanan digital. “Penguatan ekosistem digital nasional juga penting untuk meningkatkan produktivitas,” sebutnya.

Kondisi ini semakin dinamis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif global baru sebesar 15% untuk membatalkan kebijakan 10%. Namun, kepastian mengenai waktu pemberlakuan tarif 15% tersebut hingga kini masih belum dipastikan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia