Minggu, 5 April 2026

President Club Bahas Kolaborasi Tiga Pilar demi Ekonomi 8%

Penulis : Indah Handayani
26 Feb 2026 | 13:51 WIB
BAGIKAN
Indonesia s Forward: Kolaborasi untuk Ketahanan Nasional yang digelar President Club di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, belum lama ini.
sumber; Ist
Indonesia s Forward: Kolaborasi untuk Ketahanan Nasional yang digelar President Club di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, belum lama ini. sumber; Ist

JAKARTA, investor.id – Target pertumbuhan ekonomi 8% dinilai bukan sekadar ambisi makroekonomi, melainkan agenda besar yang mensyaratkan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk Indonesia’s Forward: Kolaborasi untuk Ketahanan Nasional yang digelar President Club di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, belum lama ini.

Chief Economist Trimegah Sekuritas & Soemitro Economic Forum Fakhrul Fulvian menilai, dunia tengah memasuki fase perubahan besar, terutama akibat percepatan digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, perubahan teknologi membawa peluang sekaligus risiko, termasuk ancaman kebocoran data yang dapat berdampak pada ketahanan nasional. Karena itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter perlu diperkuat agar dunia usaha tetap bergerak dan target pertumbuhan 8% dapat dikejar secara realistis.

ADVERTISEMENT

“Perubahan selalu menghadirkan tantangan sosial dan ekonomi. Tapi di balik itu ada peluang besar, asalkan kita punya strategi nilai tambah dan ketahanan nasional yang tepat,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Kris Wijoyo Soepandji menekankan, pertumbuhan ekonomi dan pertahanan bukan dua agenda terpisah. Ia mengutip konsep defence supports economy dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa sistem pertahanan harus menopang kedaulatan sekaligus kesejahteraan. 

“Eksistensi negara itu seperti dua sisi koin: kedaulatan dan kesejahteraan. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Menurutnya, swasembada pangan, energi, dan air merupakan fondasi pertahanan yang sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Telisa Aulia Falianty menilai, Indonesia memiliki modal besar untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), terutama melalui optimalisasi sumber daya alam (SDA).

Komoditas Unggulan

Prof Telisa mencontohkan strategi Chili yang berhasil memanfaatkan komoditas unggulan sebagai penggerak ekonomi. Bagi Indonesia, sektor mineral dan hilirisasi dinilai dapat menjadi game changer, asalkan didukung roadmap kelembagaan yang kuat.

“Hilirisasi di sektor manufaktur, farmasi, petrokimia, elektronik seperti semikonduktor, hingga kendaraan listrik (EV) harus diprioritaskan,” ujarnya.

Di sisi lain, UMKM yang berkontribusi sekitar 60% terhadap ekonomi nasional dan menyerap 97% tenaga kerja tetap perlu didorong naik kelas agar produktivitas dan kontribusinya meningkat.

Executive Director President Club Prof Chandra Setiawan menekankan, pentingnya regulasi yang pro-pertumbuhan, menjaga stabilitas, serta menciptakan keadilan bagi pelaku usaha. Ia menyoroti perlunya level playing field antara ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dengan warung tradisional, agar pertumbuhan tidak mematikan usaha kecil.

Selain itu, Prof Chandra mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Ketimpangan ini, jika tidak diatasi, dapat menghambat pencapaian target 8%. “Regulasi keuangan, perdagangan, dan investasi harus koheren dan tidak saling bertabrakan. Akademisi juga harus dilibatkan sejak awal dalam perumusan kebijakan,” tegasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia