Kestrel Wave Borong Saham Citra Tubindo
JAKARTA – Kestrel Wave Investment Ltd, perusahaan investasi asal Hong Kong, membeli sebanyak 28 juta (3,5%) saham PT Citra Tubindo Tbk (CTBN). Nilai transaksi sebesar Rp 146,3 miliar. Kestrel Wave membeli saham Citra Tubindo pada harga Rp 5.225 per saham pada 16 Desember 2015. Tujuan transkasi untuk penambahan saham.
“Jumlah kepemilikan saham sebelum transaksi 44,73%. Setelah pembelian menjadi 48,23%,” jelas Direktur Kestrel Wave Laurent Bardet dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (21/12).
Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, tahun ini Citra Tubindo menargetkan kontrak jasa penunjang minyak dan gas bumi sebesar US$ 160 juta atau direvisi dari estimasi semula US$ 180 juta.
Direktur Keuangan Citra Tubindo Hedy Kurniawan Wiluan pernah mengatakan, kontrak yang diraih perseroan berasal dari perusahaan domestik dan luar negeri dengan komposisi yang seimbang. “Kami bermitra dengan seluruh perusahaan migas dalam negeri. Sedangkan penyumbang kontrak terbanyak berasal dari Chevron," ujar dia, belum lama ini.
Terkait pemangkasan target kontrak hingga akhir tahun ini, dia mengatakan bahwa itu dipengaruhi oleh faktor berlanjutnya perlambatan ekonomi dalam dan luar negeri dan fluktuasi harga minyak dunia. Kedua faktor ini berimbas negatif terhadap ekspansi sektor migas, sehingga permintaan terhadap jasa pengeboran minyak (oil drilling) cenderung tertekan tahun ini.
Pemangkasan target kontrak ini mendorong manajemen perseroan untuk merevisi turun ekspektasi kinerja keuangan tahun ini. Citra Tubindo memangkas estimasi laba bersih tahun ini sebesar 37,5% menjadi US$ 17,5 juta, dibandingkan proyeksi semula sekitar US$ 28 juta.
EBITDA juga direvisi turun sekitar 35% menjadi US$ 24 juta, dibandingkan perkiraan semula US$ 37 juta. Kendati demikian, Hedy menambakan, perseroan optimistis terhadap perbaikan industri migas dua tahun mendatang, seiring dengan ekspektasi peningkatan harga minyak menuju level US$ 70 per barrel. "Terbukanya perbaikan industri dalam dua tahun mendatang mendorong kami mulai ekspansif. Tahun ini, kami akan mengganti line mesin lama dengan teknologi lebih canggih," papar dia.
Tahun ini, emiten produsen pipa dan aksesoris migas tersebut menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 11,2 juta untuk pembelian line mesin baru. Sumber dana berasal dari kas internal.
Sementara itu, Direktur Operasional Citra Tubindo Andi Tanuwidjaja menambahkan, perseroan juga tengah mengembangkan bisnis pergudangan logistik terpadu melalui anak usaha, PT Sarana Citranusa Kabil (SCK). Saat ini, SCK mengoperasikan pelabuhan kargo bertaraf internasional bekerjasama dengan BP Kawasan Batam. Terdapat lima dermaga yang mampu melayani kapal samudera berkapasitas hingga 45 ribu DWT. (jm)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

