Lancartama Sejati Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar Tahun Ini
JAKARTA, investor.id – PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) membidik pendapatan sebesar Rp 100 miliar pada tahun 2020. Ramainya pengerjaan proyek infrastruktur membuat perseroan optimistis untuk bisa meraih target tersebut.
Direktur Utama Lancartama Sejati Alex Widjaja menyatakan, dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang fokus pada pembangunan infrastruktur, turut berdampak pada kinerja perseroan yang ikut merasakan efeknya.
“Pemerintahan Jokowi kan ngebut sekali pembangunan infrastrukturnya, sehingga para pelanggan kami juga ikut melakukan ekspansi pabrik untuk mendukung proyek-proyek tersebut,” katanya seusai pencatatan perdana (listing) saham TAMA di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/2).
Alex menyatakan, untuk perolehan laba perseroan di tahun 2020 ditargetkan sekitar 20% dari pendapatan perseroan. Sedangkan, proyeksi target perolehan nilai kontrak baru di tahun ini, perseroan menetapkan angka di kisaran Rp 100 miliar hingga Rp 110 miliar.
Sementara itu, pada tahun ini perseroan telah menyiapkan anggaran belanja modal (Capital expenditure/ capex) hingga sebesar Rp 80 miliar yang rencananya akan digunakan untuk membeli bahan-bahan konstruksi untuk menunjang kegiatan operasional perseroan.
Lebih lanjut, Alex mengatakan, perseroan tengah mengembangkan proyek penyewaan kantor dan hunian yang saat ini pengerjaannya sedang berlangsung. Menurutnya, dalam jangka waktu ke depan lini bisnis tersebut memiliki prospek yang baik. Oleh karena itu perseroan akan memulai segmen usaha ini pada tahun 2020.
Saat ini perseroan tengah membangun proyek perkantoran tersebut yang berada di daerah Melawai, Jakarta Selatan. Perseroan menargetkan dalam satu atau dua bulan ke depan, proyek tersebut dapat rampung.
Alex menambahkan, tujuan Lancartama untuk menggarap bisnis penyewaan kantor ditujukan agar perseroan dapat memiliki pendapatan berulang sehingga tidak mengandalkan pendapatan dari proyek – proyek saja.
“Kita berencana ekspansi untuk ke bidang usaha penyewaan ruang dan hunian untuk mendapatkan recurring income jadi tidak tergantung pada proyek yang didapatkan saja,” ungkapnya.
Di sisi lain, Lancartama tengah membidik proyek pembangunan Depo Peti Kemas di daerah Cakung, Jakarta Timur. Alex menuturkan, tengah berdiskusi dengan beberapa perusahaan untuk bisa menggarap proyek senilai Rp 90 miliar tersebut dengan kontrak selama tiga tahun.
Hingga Juli 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 27,18 miliar atau naik 48,03% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 18,36 miliar. Sedangkan, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 2 miliar dari sebelumnya membukukan rugi sebesar Rp 3,05 miliar.
Perseroan melepas 200 juta unit saham biasa atas nama atau sebanyak 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial public offering/ IPO) saham. Saham TAMA ditawarkan dengan harga Rp 175 per unit saham dalam gelaran IPO tersebut.
Lancartama berhasil menghimpun dana sebesar Rp 35 miliar dari pelaksanaan IPO, yang rencananya sebesar 82,89% untuk pembelian aset berupa tanah dan bangunan dan sisanya sebesar 17,11% akan digunakan sebagai modal kerja untuk membiayai kegiatan operasional di bidang konstruksi dan penyewaan kantor dan hunian.
Selain itu, perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 100 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 12,50% dari total saham ditempatkan dalam rangka IPO saham TAMA. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.
Perusahaan ke-10
Pada perdagangan perdananya Senin (10/2), saham TAMA melaju 69,14% ke harga Rp 296 dengan frekuensi sebesar satu kali dan volume satu kali, dan nilai transaksi sebesar 29.600. Lancartama Sejati menjadi perusahaan tercatat ke-10 di BEI sepanjang tahun 2020 berjalan.
PT Lancartama Sejati Tbk (Perseroan) berdiri pada tahun 1990 dan beroperasi sebagai kontraktor utama untuk pengembangan perumahan dan kawasan komersial. Sejak tahun 2016, perseroan berfokus pada bidang konstruksi dimana lini usaha konstruksi dirasa lebih memberikan prospek usaha yang menjanjikan untuk kemajuan usaha perseroan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



