Jualan Keju Mulia Boga Raya Capai Rp 230 Miliar
JAKARTA, investor.id - PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) raih penjualan bersih sebesar Rp 230,09 miliar, atau tumbuh 8,49% dari periode yang sama pada tahun 2019 yakni Rp 212,08 miliar. Penjualan lokal menjadi penopang utama.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh meningkatnya penjualan lokal pihak ketiga sebesar Rp 221,51 miliar atau setara dengan 10,01%.
Sedangkan pada akhir Maret 2019 perseroan meraih pendapatan sebanyak Rp 201,35 miliar. Namun penjualan pihak berelasi lokal dan ekspor justru menurun, masing-masing 3.99% dan 28.59%.
Kemudian secara rinci perseroan menjelaskan transaksi penjualan yang melebihi 10% berasal dari PT Sinar Niaga Sejahtera sejumlah Rp 63.50 juta, PT Mitra Periangan Persada senilai Rp 24.59 dan PT Amaris Tirta Pratama sebesar Rp 24.00 miliar.
Seiring dengan meningkatnya pendapatan tersebut, beban pokok penjualan terkerek 3.06% atau setara dengan Rp 141,40 miliar, sehingga perseroan meraih laba bruto meningkat 18.46% yakni Rp 88,69 miliar.
Beban penjualan produsen Keju Prochiz ini naik 25.24% menjadi Rp 47,79 miliar, meskipun begitu hal itu dapat diimbangi dengan kemampuan perseroan menekan beban operasi hingga 66,09%, pun Mulia Boga Raya mendapatkan pemasukan tambahan dari operasi Rp 1,39 miliar.
“Alhasil hal tersebut membuat laba usaha emiten berkode saham KEJU ini melesat 49,69% atau setara dengan Rp 33,83 miliar usai mencatatkan laba usaha pada akhir Maret 2019 sejumlah Rp 22,60 miliar,”jelas manajemen dalam laporan keuanganya, Selasa (30/6).
Sementara itu total aset perseroan saat ini mencapai Rp 627 miliar yang terdiri dari aset lancar Rp 464,72 miliar dan aset tidak lancar Rp 163,09 miliar. Kinerja positif terus perseroan jaga dengan menekan total liabilitas menjadi Rp 166,51 miliar, turun 27,80%.
Adapun sebelumnya, perseroan telah membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih menjadi Rp 950 miliar dan Rp 90 miliar hingga akhir 2019. Sedangkan pertumbuhan pendapatan tahun depan diharapkan naik sebesar 10%.
Sekretaris Perusahaan Mulia Boga Raya, Fridolina Alexandra Liliana mengatakan target pertumbuhan kinerja keuangan tersebut didukung atas tingginya permintaan keju di pasar Indonesia. Bahkan, perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi tersebut.
"Karena peminat keju di pasar Indonesia masih tumbuh besar, kami akan terus berekspansi di pasar domestik," jelasnya.
Hingga September 2019, perseroan sudah membukukan pendapatan sekitar Rp 800 miliar dengan laba sekitar Rp 60 miliar. Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan produk baru.
"Salah satu produk penopang kenaikan kinerja berasal dari penjualan Gold Slice," ujarnya.
Pertumbuhan tersebut direalisasikan dengan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 45 miliar yang dialokasikan untuk modal kerja kegiatan operasional perseroan tahun ini.
"Hingga saat ini baru terserap Rp 30 miliar," tandasnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

