Sabtu, 4 April 2026

Bank IBK Indonesia Raih Modal Rp 1 Triliun dari Industrial Bank of Korea

Penulis : Gita Rossiana
30 Sep 2020 | 13:50 WIB
BAGIKAN
Papan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Papan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA, investor.id - PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 1 triliun dari Industrial Bank of Korea (IBK). Suntikan modal ini diharapkan bisa berdampak positif terhadap Bank IBK Indonesia.

Direktur Bank IBK Indonesia Kim Jaemyoung mengatakan, suntikan modal ini dilakukan pada 28 September 2020. Suntikan modal ini merupakan suntikan dari IBK yang merupakan pemegang saham pengendali dari Bank IBK Indonesia.

"Suntikan modal ini bisa memberikan dampak positif terhadap Bank IBK Indonesia," kata dia dalam keterangan resmi pada Selasa (29/9).

Adapun sebelumnya, Bank IBK menggelar rights issue dengan harga pelaksanaan Rp 170 per saham. Dengan 4,72 miliar unit saham yang dilepas, perseroan berpeluang meraup dana Rp 803,32 miliar dari rights issue tersebut.

Dalam rights issue ini, IBK akan mengeksekusi haknya yakni sebanyak 4,11 miliar unit saham atau senilai Rp 700 miliar. Dengan adanya pelaksanaan rights issue ini, struktur kepemilikan pemegang saham akan mengalami perubahan. Kepemilikan saham IBK akan menurun dari 96,06% sebelum rights issue menjadi 96,02% setelah rights issue.

Sementara kepemilikan pemegang saham lain yakni PT Dian Intan Perkasa akan meningkat menjadi 0,77% dari 0,74% sebelum rights issue. Begitu juga dengan kepemilikan Willy Yonathan dan masyarakat yang akan meningkat menjadi 0,27% dan 2,76%.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, jumlah ekuitas perseroan mencapai Rp 1,14 triliun. Nilai ini menurun dibandingkan posisi pada akhir 2019 yang mencapai Rp 1,2 triliun.

Penurunan modal ini disebabkan tidak adanya setoran modal pada periode 30 Juni 2020. Sedangkan pada periode akhir 2019, perseroan mendapatkan setoran modal sebesar Rp 700 miliar. Setoran modal ini adalah dana dari IBK yang bertindak sebagai standby buyer dalam penawaran umum terbatas (PUT) II pada 27 Februari 2019.

Adapun struktur pemegang saham perseroan pada akhir 2019 adalah Industrial Bank of Korea sebesar 96,06%, PT Dian Intan Perkasa sebesar 0,47%, Willy Yonathan 0,16% dan masyarakat 1,7%.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank IBK Indonesia membukukan rugi sebesar Rp 46,47 miliar pada periode semester I-2020. Rugi ini membesar dibandingkan semester I-2019 yang mencapai Rp 43,31 miliar.

Rugi ini disebabkan oleh pendapatan bunga bersih yang lebih besar dari beban operasional. Per semester I-2020, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 83,71 miliar, sedangkan beban operasional mencapai Rp 156,94 miliar.

Sementara aset tercatat meningkat menjadi Rp 6,98 triliun pada semester I-2020 dari Rp 6,42 triliun pada akhir 2019. Peningkatan aset juga seiring dengan peningkatan liabilitas dari Rp 5,21 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp 5,84 triliun pada semester I-2020.

Sebelumnya, Direktur Kepatuhan PT Bank IBK Indonesia Tbk Alexander Frans Rori mengatakan, perseroan akan mendapatkan suntikan modal dari pemegang saham pada 2020, sehingga modal perseroan akan mencapai Rp 2,4 triliun di akhir 2020.

Alexander menambahkan, setelah melakukan merger menjadi Bank IBK Indonesia, total aset tercatat sebesar Rp 7,5 triliun, dengan penyaluran kredit senilai Rp 3,9 triliun. Bank hasil merger juga mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 5,7 triliun.

"Hasil tersebut belum bisa dibandingkan dengan posisi sebelumnya, karena sebelumnya Bank Agris dan Bank Mitraniaga belum digabungkan," kata dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


InveStory 14 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 15 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 39 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia