Sabtu, 4 April 2026

RPA Baru Widodo Makmur Siap Genjot Produksi 10 Kali Lipat

Penulis : Lona Olavia
22 Feb 2021 | 19:49 WIB
BAGIKAN
Kegiatan produksi di PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (foto ist)
Kegiatan produksi di PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (foto ist)

JAKARTA, Investor.id - Rumah potong ayam (RPA) baru milik PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) siap memproduksi 12.000 ekor ayam per jam atau 10 kali lipat dari RPA terdahulu. Selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, beroperasinya RPA baru sejalan dengan strategi usaha perseroan yang fokus pada segmentasi bisnis RPA.

"RPA baru perseroan akan memproduksi ayam 10 kali lebih banyak daripada RPA terdahulu. RPA baru ini siap mendorong total produksi hingga 110.740 ton pada 2021," kata Direktur Utama Widodo Makmur Unggas (WMU), Ali Mas'adi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (22/2).

Ali mengungkapkan, RPA WMU terdahulu yang berlokasi di Jambakan, Jawa Tengah, memiliki kapasitas produksi 1.500 ekor ayam per jam atau setara 6.500 ton ayam per tahun. Sedangkan RPA baru yang terletak di Wonogiri diproyeksikan mampu memotong 50,4 juta ekor per tahun.

Ali Mas'adi menjelaskan, WMU fokus pada segmentasi RPA antara lain karena didukung kinerja karkas yang merupakan sumber tertinggi laba perusahaan. Per 30 Juni 2020 (audited), karkas menjadi produk dengan penjualan tertinggi WMU, yakni mencapai Rp 446 miliar atau 87,7% dari total penjualan senilai Rp 508 miliar. Per 30 Juni 2020, WMU memproduksi karkas hingga 16 ribu ton.

Ali optimistis WMU mampu menorehkan kinerja positif pada 2021 sebagaimana perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif pada 2020. Per Desember 2020, WMU mencatatkan pendapatan Rp 1,1 triliun (unaudited), melonjak dibanding tahun sebelumnya Rp 576,72 miliar.

Dia menambahkan, RPA terbaru WMU diprediksi menjadi RPA terbesar di Indonesia. WMU didukung sesama lini bisnis dalam Widodo Makmur Perkasa Group. Untuk membangun RPA tersebut, WMU menggelontorkan investasi Rp 600 miliar.

Bisnis sektor RPA, menurut Ali Mas'adi, memiliki prospek cerah, didorong oleh belum terpenuhinya permintaan pelanggan atau off taker. "Karena itu, perseroan memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam segmentasi bisnis ini karena tingkat pemenuhan terhadap permintaan pelanggan belum mencapai 100%," papar dia.

RPA WMU, kata Ali, memproduksi tujuh jenis hasil olahan, yakni karkas (carcass), potongan (parting), daging ayam tanpa tulang (boneless), daging giling atau bubur daging ayam (mechanically deboned meat), serta kulit dan produk samping (ceker, kepala, ati ampela, usus, bulu ayam, dan lainnya).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 14 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 29 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 2 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 2 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia