Segmen Digital dan Konten Dorong Laba MNC Naik 25% Per September
JAKARTA, investor.id – Peningkatan di segmen digital dan konten mendorong laba bersih PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tumbuh sebesar 24% year on year (YoY) pada kuartal III-2021 atau sebesar Rp 545,8 miliar dibandingkan Rp 441,4 miliar pada kuartal III-2020. Sementara, per September laba bersih juga mengalami peningkatan sebesar 25% YoY menjadi Rp 1,81 triliun dari Rp 1,44 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan didukung pertumbuhan pendapatan konsolidasi yakni Rp 2,21 triliun pada kuartal III-2021, mewakili pertumbuhan 11% YoY dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 1,99 triliun pada kuartal III-2020.
Sementara itu, per September 2021, pendapatan mengalami peningkatan sebesar 19% YoY menjadi Rp 7,07 triliun dibandinn sebelumnya yaitu sebesar Rp 5,96 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.
“Perseroan telah bertumbuh secara eksponensial selama menghadapi periode yang penuh tantangan secara berkelanjutan ini. Selain itu, saya sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari mitra strategis perseroan yang memungkinkan kami untuk terus mengembangkan evolusi lini digital bisnis perseroan. Kami memasuki kuartal IV-2021 dengan momentum yang sangat baik, dengan berhasil mempertahankan kinerja yang luar biasa sejak semester II-2020,” ungkap Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (21/11).
Secara rinci, pendapatan iklan MNC tumbuh 13% YoY kuartal III-2021 menjadi Rp 2,14 triliun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp 1,90 triliun pada kuartal III-2020. Sementara itu, per September 2021, pendapatan iklan mengalami kenaikan menjadi Rp 6,74 triliun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp 5,52 triliun.
“Lonjakan besar pada pendapatan iklan terutama berasal dari pertumbuhan pendapatan digital dengan mengalami peningkatan sebesar 111% YoY menjadi Rp 1,42 triliun per September 2021 dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar Rp 675,9 miliar September 2020. Serta, pendapatan non-digital yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 10% YoY dari Rp 4,84 triliun menjadi Rp 5,31 triliun di 2021,” sebut Hary.
Sedangkan, pendapatan non-digital perseroan mengalami penurunan pada kuartal III-2021 menjadi Rp 1,61 triliun dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya di periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 1,64 triliun. “Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia yang telah berdampak pada pembatasan sosial yang lebih ketat oleh pemerintah,” tandasnya.
Namun, dari segi kinerja pangsa pemirsa, perseroan masih menguasai lebih dari 50%. Selain itu, perseroan mendominasi pangsa pasar belanja iklan FTA kuartal III-2021 dengan menguasai 51% pangsa pasar di industri. MNC terus mendorong percepatan pertumbuhan atas pendapatan digitalnya dengan membukukan kenaikan sebesar 102% YoY dari Rp 266,9 miliar menjadi Rp 537,9 miliar pada kuartal III- 2021.
Perseroan mempertahankan pertumbuhan yang kuat dengan terus berfokus dan berusaha untuk memperbesar platform digital yang dimilikinya yaitu RCTI+, serta monetisasi sosial media dan portal milik perseroan.
“Kontribusi dari iklan digital diharapkan akan terus mengalami pertumbuhan secara eksponensial dari tahun 2022 dan seterusnya, dengan penambahan pendapatan dari lini game,” tambah Hary.
Sementara itu, pendapatan konten di kuartal III-2021 mengalami peningkatan 29% YoY menjadi Rp 366,5 miliar apabila dibandingkan dengan perolehan pada kuartal III-2020 yaitu Rp 283,5 miliar. Di sisi lain, per September 2021, pendapatan konten mencatatkan pertumbuhan yang stabil dari Rp 1,09 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 1,09 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

