Oneject Targetkan Produksi 160 Juta Alat Suntik ADS Ukuran 0,15 ML dan 0,25 ML
JAKARTA, Investor.id - PT Oneject Indonesia (Oneject), produsen alat suntik ADS & Safety Needle terbesar di Asia, memulai produksi alat suntik auto disable syringe (ADS) half dose berukuran 0,15 ml dan 0,25 ml untuk mendukung program vaksinasi booster yang bakal digelar mulai 12 Januari 2022.
Perseroan menargetkan produksi sebanyak 165 juta ADS ukuran 0,15 ml dan 0,25 ml tahun ini. Produk yang dihasilkan pabrik Oneject di Cikarang tersebut nantinya dipasarkan Itama Ranoraya. “Oneject optimistis ketersediaan jarum suntik ADS untuk vaksinasi booster tahun ini bisa terpenuhi, termasuk untuk penyelesaian vaksinasi 1 dan 2,” ujar Direktur Utama Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana di Jakarta, Selasa (11/1).
Dia mengungkapkan, perseroan berkomitmen dalam memprioritaskan kebutuhan smart syringe domestik, meski permintaan jarum suntik global sedang tinggi setelah banyak negara menggelar vaksin booster.
“Program vaksinasi booster meningkatkan permintaan jarum suntik ADS. Namun dengan peningkatan kapasitas produksi Oneject dari 300 juta menjadi 1,2 miliar smart syringe tahun ini, kebutuhan smart syringe vaksinasi 1-2 hingga booster, termasuk program imunisasi reguler di Indonesia bisa dipenuhi. Perseroan akan memfokuskan untuk memasok kebutuhan smart syringe pasar domestik, meski terjadi shortage jarum suntik di pasar global,” terangnya.
Tahun lalu, Oneject berhasil memproduksi sebanyak 270 juta jarum suntik baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Sebanyak 44% produksi tersebut diekspor untuk memenuhi kebutuhan United Nations Children’s Fund (UNICEF) guna menangani program vaksinasi Covid-19 global. Sedangkan 54% dilepas untuk pasar domestik yang didistribusikan Itama Ranoraya.
Tahun ini, dia mengatakan, perseroan memperkirakan kebutuhan sebanyak 200 juta unit jarum suntik ADS untuk pasar domestik, termasuk produk baru Oneject ADS sharp injury protection (SIP). Produk ADS SIP ini merupakan produk smart syringe yang direkomendasikan oleh WHO dalam dunia kesehatan untuk mencegah risiko cedera dalam proses penyuntikan bagi petugas kesehatan yang bisa menimbulkan resiko penularan (transmission).
Oneject juga sudah memproduksi antigen test Covid-19 dengan kapasitas produksi 20 juta unit per tahun. Tahun 2022, perseroan akan memulai untuk produksi kantong darah (bloodbag) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Patners Global.
Pusat Produksi
Jahja Tear mengatakan, Oneject Indonesia akan menjadi pusat produksi alat kesehatan nasional guna memenuhi kebutuhan domestik, termasuk pasar ekspor. Perseroan berupaya menurunkan impor alat dan produk kesehatan dengan memproduksinya di dalam engeri. Perseroan juga berniat menjadi pemain global untuk alat kesehatan.
“Pengakuan global yang sudah diperoleh perseroan melalui produk-produk smart syringe dengan brand Oneject dan kepercayaan dari prinsipal besar alat kesehatan global untuk kerjasama produksi telah membawa perseroan menjadi pemain di industri alat kesehatan global”, tambah Jahja
Perseroan, terang dia, membuka opsi untuk kembali meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, terutama produk smart syringe. Hal ini sejalan dengan kampanye WHO untuk meningkatkan penggunaan jarum suntik ADS untuk vaksinasi Covid di seluruh dunia.
Oneject optimistis bahwa penggunaan jarum suntik ADS dalam dunia kesehatan akan semakin masif, sehingga proses peralihan dari jarum suntik non-disable syringe menjadi ADS di dunia kesehatan semakin cepat.
Selain itu, Itama Ranoraya akan menuntaskan akuisisi sebanyak 51% Oneject. Langkah ini akan menambah akses permodalan bagi perseroan untuk mendukung pertumbuhan ke depan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


