Karawang Catatkan Resi Gudang Beras Perdana di KBI
JAKARTA, investor.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mencatat resi gudang pertama dari Karawang, Jawa Barat, yang dilakukan oleh PT Panca Pujangga Perkasa. Dalam data pusat registrasi Resi Gudang menyebutkan, setidaknya 20 ton beras masuk telah diregistrasikan ke dalam sistem resi gudang.
Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan, dengan tercatatnya pemanfaatan resi gudang perdana dari Karawang ini merupakan hasil dari edukasi dan sosialisasi yang dijalankan oleh KBI dan Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), serta pemangku kepentingan lain kepada para petani dan pemilik komoditas.
“Masuknya Karawang dalam Resi Gudang jadi hal yang menggembirakan, pasalnya daerah Karawang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional, namun selama ini belum ada registrasi resi gudang dari daerah ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/1).
Fajar menambahkan, dengan adanya pemanfaatan Resi Gudang dari Karawang juga diharapkan menjadi pemicu bagi para petani dan pemilik komoditas padi dan beras yang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk menjaga kestabilan harga.
Selain itu, petani dan pemilik komoditas dapat menjaminkan resi gudang yang dimiliki untuk mendapatkan pembiayaan yang bisa dipergunakan untuk musim tanam berikutnya.
Dia optimistis, ke depan pemanfaatan resi gudang untuk komoditas beras akan terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh, untuk daerah Karawang, potensi pemanfaatan resi gudang beras masih sangat besar.
“Untuk itu, kami sebagai pusat registrasi akan terus melakukan upaya sosialisasi serta edukasi baik kepada para petani maupun pengelola gudang yang ada di Karawang serta daerah-daerah kain yang menjadi sentra komoditas terkait manfaat instrumen ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, daerah berjulukan Lumbung Padi itu memiliki lahan persawahan seluas 95.000 ha, dengan produksi rata-rata 7,2 ton / ha. Sedangkan dalam realisasi produksi padi, sepanjang tahun 2021 mencapai 1,4 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).
Lebih lanjut, Direktur PT Panca Pujangga Perkasa Rahajeng Oktovione Putri Bestari mengungkapkan, produk Resi Gudang diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pengukuran ketersediaan stok nasional, khususnya terkait dengan bahan pangan seperti beras. Hal ini dimungkinkan, lantaran ketersediaan stok di setiap gudang SRG terintegrasi melalui suatu Sistem Informasi Resi Gudang (IS-WARE) yang dikelola oleh Pusat Registrasi.
Selain itu, dengan adanya resi gudang para petani akan memperoleh harga jual yang lebih baik, mendapatkan jaminan kepastian mutu dan jumlah komoditi, serta memperoleh pinjaman dari Bank dengan jaminan Resi Gudang.
“Untuk itu, kami juga mengajak para petani untuk berusaha secara berkelompok, sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan posisi tawar petani,” kata dia.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Widiastuti mengatakan, berharap produk KBI itu dapat dimanfaatkan oleh para pemilik komoditas dari berbagai penjuru nusantara, dan pelaku usaha lain baik yang berperan sebagai off taker atau pembeli akhir dan sebagai pengelola gudang.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan resi gudang, dan untuk itu perlu upaya bersama para pemangku kepentingan di ekosistem resi gudang ini. Ke depan Bappebti akan terus mengajak para pemangku kepentingan dalam ekosistem resi gudang, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat resi gudang.
Untuk diketahui, sepanjang 2021, Resi Gudang Beras tercatat sebanyak 69 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 3.801 Ton. Menunjukan peningkatan dari tahun 2020 lalu yang berjumlah 39 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 2.460 Ton.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

