Laba Bersih Adaro Energy (ADRO) Melesat 535,34%
JAKARTA, Investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 535,34% menjadi US$ 933,49 juta pada 2021, dibandingkan tahun sebelumnya senilai US$ 146,92 juta. Kenaikan sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha dari US$ 2,53 miliar menjadi US$ 3,99 miliar.
Adaro Energy hari ini mengumumkan kinerja keuangan tahun keuangan 2021. Laporan keuangan ADRO memperlihatkan profitabilitas yang solid berkat dukungan keunggulan operasional dan pasar batu bara yang kondusif. Adaro mempertahankan kegiatan operasi yang baik dan efisien serta berfokus pada keunggulan operasional.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir mengatakan, kondisi pasar yang kondusif menopang kinerja perseroan pada 2021. “Kami membukukan profitabilitas yang solid. Hal ini membuat kami dapat meningkatkan kontribusi terhadap negara melalui royalti dan pajak,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dia menambahkan, walaupun pasar batubara sedang kondusif, perseroan akan tetap memfokuskan efisiensi dan keunggulan operasional. “Kami harus memastikan bahwa bisnis ini akan dapat bertahan di tengah berbagai siklus melalui aktivitas bisnis yang stabil dan berkelanjutan,” terangnya.
Terkait bisnis batubara, dia mengungkapkan, bakal didukung pemulihan ekonomi global yang bisa mendongkrak permintaan batu bara. “Meski demikian kami tetap waspada terhadap pandemi yang belum juga usai. Kami akan senantiasa meningkatkan keunggulan operasional, pengendalian biaya, dan efisiensi, serta terus mengeksekusi strategi demi keberlanjutan bisnis di jangka panjang,” terangnya.
Sebelumnya, anak usaha ADRO, yaitu PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 155,11 juta pada 2021, dibandingkan rugi tahun berjalan pada 2020 senilai US$ 28,39 juta.
Manajemen ADMR melalui laporan keuangan yang diterbitkan di Jakarta disebutkan bahwa lonjakan laba bersih tersebut didukung atas kenaikan pendapatan usaha dari US$ 123,30 juta menjadi US$ 460,17 juta.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap laba usaha mencapai US$ 217,55 juta pada 2021, dibandingkan rugi usaha senilai US$ 29,01 juta pada 2020. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham ADMR meningkat menjadi US$ 0,0096, dibandingkan rugi per saham US$ 0,0022.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




