Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Angga Fauzan dan Erahmat, pendiri MySkill. (IST)

Angga Fauzan dan Erahmat, pendiri MySkill. (IST)

Start-up Edtech MySkill Raih Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:24 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - MySkill, sebuah start-up teknologi pendidikan (edtech) dengan fokus persiapan karier bagi kaum muda, mengumumkan telah meraih pendanaan tahap awal dalam jumlah tidak diungkapkan. Pendanaan didapatlkan dari East Ventures, perusahaan modal ventura terkemuka di Indonesia dan untuk Asia Tenggara.

“Kami sangat menghargai dukungan pendanaan ini dari East Ventures. Pendanaan akan mempercepat misi kami dalam mendukung para pencari kerja di Indonesia untuk menggapai karier impian mereka,” ungkap Co-Founder & Chief Executive Officer MySkill Angga Fauzan, dalam pernyataannya, dikutip Kamis (19/5/2022).

MySkill akan mengalokasikan pendanaan tersebut untuk mempercepat adopsi platform serta mengembangkan solusi yang ditawarkan. Saat ini, MySkill telah memiliki lebih dari 700.000 pengguna dalam waktu kurang dari satu tahun sejak beroperasi.

Menurut Angga, MySkill hadir dengan solusi inovatif yang memastikan hasil pembelajaran lebih baik yang akan menciptakan efek domino dalam menghasilkan dampak sosial dan ekonomi di Indonesia.

Baca juga: Fokus Investasi ke Start-up Indonesia dan Asia Tenggara, East Ventures Tutup Penggalangan Dana Multi-Stage US$ 550 Juta

MySkill didirikan oleh Angga Fauzan dan Erahmat, Co-Founder & Chief Business Officer MySkill pada pertengahan tahun 2021. Kedua co-founder ini menyadari adannya kesenjangan keterampilan yang sangat besar antara dunia akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga berujung pada banyak orang kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

Hal tersebut pun tercermin pada studi JP Morgan dan Singapore Management University yang menemukan bahwa salah satu penyebab rendahnya jumlah tenaga kerja berkualitas di Indonesia dikarenakan kesenjangan antara dunia akademik dan industri.

Situasi tersebut diperparah oleh pandemi Covid-19 yang akibatnya dirasakan oleh lebih dari 29 juta pekerja di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik. MySkill pun berupaya untuk mendemokratisasi peningkatan keterampilan dan pencarian pekerjaan bagi lebih dari 70 juta tenaga kerja muda di Tanah Air.

MySkill memberikan solusi dengan menggabungkan tiga jenis pembelajaran, yakni pembelajaran independen, interaktif, dan privat. Saat ini, MySkill juga menyediakan tiga solusi pembelajaran utama, termasuk mentoring privat, bootcamp interaktif, dan video e-learning on-demand.  

Principal East Ventures Devina Halim menyampaikan, Ventures senang menyambut MySkill sebagai bagian dari portofolionya. East Ventures percaya bahwa  MySkill akan menjadi solusi yang tepat untuk memastikan kesiapan dunia akademik dan keterampilan penggunanya dalam mendapatkan pekerjaan impian.

“Melihat kesenjangan besar yang dihadapi ketenagakerjaan Indonesia saat ini, kami percaya MySkill dapat membawa lebih banyak pertumbuhan serta dampak ke industri tenaga kerja di Indonesia,” tutur Devina.

Baca jugaOVO Memenangi Penghargaan Fintech Start-up of the Year

Start-up Indonesia

MySkill merupakan start-up yang berbasis di Indonesia dan para co-founder-nya merupakan kawan semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Angga dan Erahmat telah berkecimpung di dunia pendidikan dan bisnis selama lebih dari lima tahun.

Angga mulai membangun organisasi komunitas pendidikannya di ITB dan mendapatkan nominasi Edinburgh Student Awards saat menempuh magister di Britania Raya. Angga juga telah bekerja sebagai profesional di bidang marketing selama lebih dari enam tahun di berbagai start-up seperti Zenius dan Bibit.

Di lain sisi, Erahmat saat ini sedang menyelesaikan studi PhD di Korea Selatan usai menyelesaikan S1 di ITB. Ia juga memiliki pengalaman dalam bisnis pelatihan olimpiade sains nasional dan internasional, serta mendapatkan kepercayaan dan telah bekerja sama dengan berbagai sekolah di seluruh wilayah Indonesia.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN