Minggu, 21 Juni 2026

BSI (BRIS) Gandeng Lulu dan BerryPay, Nasabah Nikmati BeragamManfaat

Penulis : Novy Lumanauw
23 Mei 2022 | 17:17 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi

JAKARTA, investor.id - Masyarakat Indonesia, khususnya nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), kini dapat menikmati beragam manfaat setelah  emiten bersandi saham BRIS itu menggandeng  Lulu Hypermart Indonesia, jaringan Lulu Hypermart Global, dan perusahaan fintech, BerryPay. Ketiganya meneken perjanjian kerja sama di Dubai, Jumat (13/5/2022).

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, melalui kerja sama itu, pengguna BSI Hasanah Card yang berbelanja di toko ritel Lulu mendapatkan potongan harga atau diskon. BSI Hasanah Card adalah kartu pembiayaan yang menerapkan prinsip syariah dan digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi dan berfungsi seperti kartu kredit. Penggunaan kartu tersebut tanpa bunga, denda keterlambatan pembayaran, dan denda overlimit berdasarkan fatwa DSN No.54/DSN-MUI/X/2006. BSI Hasanah Card pun tidak bisa dipakai di merchant nonhalal.

“Di Tanah Air, Lulu Hypermart Indonesia baru ada lima gerai di Jakarta. Ke depan, mereka berencana melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia. Jadi, kerja sama kami ini akan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat di dalam negeri,” kata Hery dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Hery Gunardi menjelaskan, Lulu Hypermart Indonesia adalah bagian dari jaringan Lulu Hypermart Global, sebuah peritel terbesar di Timur Tengah. Ke depan, kerja sama dengan Lulu akan melibatkan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), yang memayungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama itu akan memfasilitasi pelaku UMKM, seperti pemasaran melalui jaringan ritel Lulu, logistik, ekspor impor, dan financing.

ADVERTISEMENT

“Lulu akan melakukan kurasi terhadap produk UMKM Indonesia yang dapat dipasarkan di jaringan bisnisnya. BSI dan Lulu akan memfasilitasi pelaku UMKM untuk terus berkembang, sebagai upaya meningkatkan dan pemerataan ekonomi nasional. Sehingga untuk membangun ekonomi nasional, korporasi besar akan menjadi penopang usaha-usaha yang skalanya lebih kecil,” papar dia.

Bantu Pengiriman Uang

Hery Gunardi mengungkapkan, fintech BerryPay akan membantu proses pengiriman uang ke Tanah Air atau mempermudah penggunaan aplikasi mobile banking BSI di kawasan Timur Tengah. BerryPay memiliki pasar yang kuat di Arab Saudi.

“Kerja sama ini akan menjadi pintu masuk ke depan, untuk remitansi. Jadi, melalui dua kerja sama itu, kami ingin memperluas pasar ritel juga akses terhadap layanan keuangan yang lebih kuat di dunia internasional,” tutur dia.

Dia menambahkan, ada alasan kuat yang mendasari BSI menjalin kerja sama dengan BerryPay, sebuah perusahaan fintech milik Tan Sri Dr Mohd Daud Bakar yang dikenal sebagai tokoh ekonomi syariah Malaysia.

Di Indonesia, kata Hery Gunardi, BerryPay sudah bekerja sama dengan Lazis MUI dan sistem payment di salah satu bank online. Hal itu memungkinkan BerryPay mencapai tingkat integrasi dengan sistem perbankan inti dari bank mitra seperti BSI.

Di sisi lain, menurut Hery, sistem fintech BerryPay juga menjadi solusi yang memungkinkan bank konvensional memulai digitalisasi dengan modal minimum. BerryPay saat ini fokus pada pelayanan kebutuhan populasi pekerja asing yang kurang terlayani di kawasan Asia Pasifik.

“Dengan keunggulan BerryPay sebagai mitra kami, BSI dapat lebih memperluas pasar secara umum. Juga memperbesar upaya kami dalam peningkatan inklusi keuangan syariah dan semakin mempertegas BSI sebagai bank syariah yang bersifat universal serta inklusif,” tegas Hery.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 7 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia