Saham ARTO Cetak ARA, Apakah Aksi Jual Sudah Berakhir?
JAKARTA, Investor.id - Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil menguat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 820 (24,85%) menjadi Rp 4.120 sepanjang Selasa (13/12/2022). Lonjakan harga tersebut sejalan dengan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/12/2022), ditutup melesat 75,87 poin (1,13%) menjadi 6.810,32.
Meski mencatatkan lonjakan harga, pemodal asing justru merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham ARTO senilai Rp 4,45 miliar. Penjualan bersih tersebut setara dengan net sell saham di BEI mencapai Rp 1,74 triliun di seluruh pasar.
Penguatan saham ARTO tersebut sejalan dengan rebound saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 13 (14,94%) menjadi Rp 100 setelah 11 hari berturut-turut auto reject bawah (ARB). Saham GOTO bergerak dalam rentang Rp 81-108.
Apakah penguatan saham ARTO bakal berlanjut? BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa meskipun ekonomi menghadapi tantangan berat tahun 2023, Bank Jago sudah berada di trek yang benar sebagai bank digital.
“Kami yakin Bank Jago sudah berada di jalur yang benar untuk menangkap pertumbuhan pelanggan bank digital di Indonesia. Perseroan didukung efisiensi biaya dan margin bunga bersih lebih tinggi,” terang analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Eka Savitri.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih Bank Jago bakal melesat menjadi Rp 152 miliar pada 2023, dibandingkan perkiraan tahun 2022 senilai Rp 50 miliar. Begitu juga dengan laba sebelum provisi (PPOP) diharapkan naik dari Rp 454 miliar menjadi Rp 751 miliar.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 7.600. Target tersebut merefleksikan perkiraan P/BV sekitar 12,5 kali untuk 2023.
BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan positif atas sinergi ekosistem GOTO dengan ARTO yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan kredit dan simpanan. Bahkan, saham ARTO direkomendasikan sebagai saham pilihan untuk tahun 2023 dengan target harga Rp 7.600. Target tersebut merefleksikan perkiraan P/BV sekitar 12,5 kali untuk 2023.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



