Astrindo Nusantara (BIPI) Resmi Akuisisi PTT Mining
JAKARTA, investor.id - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) resmi mengakuisisi PTT Mining Ltd (PTTML), perusahaan berbasis di Hong Kong yang memiliki tiga konsesi tambang batu bara di Kalimantan, Indonesia, yaitu Jembayan, Sebuku, dan Penajam.
“Kami sangat bersyukur setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang, sehingga akuisisi PTTML selesai hari ini dan PTTML resmi menjadi bagian dari Grup Astrindo,” ujar Direktur Utama Astrindo (BIPI) Ray Anthony Gerungan, Kamis (16/2/2023).
Menurut dia, saat ini, konsesi Jembayan memiliki 71 juta ton cadangan dan 493 juta ton sumber daya batu bara, berdasarkan laporan JORC2020. Tambang ini menghasilkan batu bara berkualitas kalori rata-rata 5.500 Kcal/kg (GAR) sudah dan berproduksi tahunan rata-rata 6 juta ton.
Selain itu, dia menegaskan, Jembayan diproyeksikan melanjutkan produksi stabil sebanyak 6 juta ton tahun ini dan bakal menjadi kontributor pendapatan utama bagi Astrindo. Akuisisi ini dipercaya akan memperkuat kinerja keuangan Astrindo, terutama dengan harga batu bara acuan (HBA) yang masih tinggi saat ini berada di kisaran US$ 277 per ton pada Februari 2023 dibandingkan US$ 188,38 per Februari 2022.
“Saya bersyukur atas kerja keras dan dedikasi tim kami untuk menyelesaikan transaksi ini serta apresiasi untuk tim PTT atas komitmen dengan Astrindo sampai penyelesaian,” sambung Ray.
Menurut dia, akuisisi ini adalah sebuah langkah besar untuk perseroan sekaligus menjadi pendorong utama untuk mencapai tujuan dekar bonisasi dengan membangun hilirisasi batu bara yang dapat menurunkan emisi karbon di sektor ini.
“Dampak langsung dari akuisisi PTTML terhadap prospek keuangan Astrindo sangat luar biasa. Kinerja keuangan tahun 2023 akan meningkat tajam seiring dengan selesainya proses akuisisi PTTML,” ujar Direktur Astrindo (BIPI) Michael Wong.
Selanjutnya, dia menyampaikan, pendapatan Astrindo kuartal III-2022 mencapai US$ 6,28 juta. Sementara itu, pendapatan PTTML pada periode itu mencapai US$ 244,64 juta. Dengan demikian, secara proforma, total pendapatan Astrindo dengan memasukkan PTTML naik enam kali lipat.
“Kami berharap kinerja PTTML di 2023 dapat stabil, bahkan meningkat, mengingat rata-rata harga batu bara masih lebih tinggi dari 2022. Kami percaya dengan neraca dan arus kas yang lebih baik, prospek fundamental Astrindo telah berubah menjadi perusahaan yang lebih menarik dan kuat secara finansial,” tutup Michael.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





