Jumat, 15 Mei 2026

BIPI, Masuknya Grup Bakrie dan Potensi Aksi Korporasi

Penulis : Jauhari Mahardhika
22 Mar 2026 | 17:02 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). (Foto via Samuel Sekuritas)
Kegiatan usaha PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). (Foto via Samuel Sekuritas)

JAKARTA, investor.id – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mulai memonetisasi fase transisi agresif dari bisnis batu bara menuju inisiatif energi bersih. Grup Bakrie masuk ke BIPI belakangan ini.

Bakrie Capital Indonesia memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli 6% saham BIPI pada harga Rp 248 per saham. Nilai investasi Rp 948 miliar. Pembelian terjadi pada 24 Februari 2026.

“Ke depan, kami memperkirakan manajemen BIPI akan mencari pendanaan ekuitas melalui penerbitan saham pada tahun ini untuk mempercepat transformasi bisnis menuju energi terbarukan,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Ahnaf Yassar dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (22/3/2026).

ADVERTISEMENT

Samuel Sekuritas melihat potensi pengumuman tambahan injeksi modal sebagai peluang kenaikan, karena kekhawatiran pasar terkait kebutuhan pendanaan ekspansi mulai mereda.

BIPI, Masuknya Grup Bakrie dan Potensi Aksi Korporasi

Saat ini, BIPI masih didominasi oleh bisnis batu bara dan diuntungkan oleh kenaikan harga energi, yang antara lain dipicu oleh Perang Iran. Ditambah, potensi peningkatan volume batu bara akibat kenaikan kuota rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) – persetujuan pemerintah terkait produksi tambang.

“Hal itu diperkirakan bakal mendorong BIPI kembali mencatatkan laba positif pada 2026,” ungkap Juan.

Tahun ini, BIPI membidik pertumbuhan yang kuat berbasis volume. Perseroan menargetkan peningkatan produksi sekitar 1 juta ton per tahun menuju 8 juta ton dalam jangka menengah. Peningkatan produksi diharapkan memperkuat arus kas operasional, yang kemudian dapat digunakan untuk mendanai ekspansi.

Masuk ke Tiga Segmen 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia