Minggu, 5 April 2026

Merdeka Copper (MDKA) Sang Raksasa Tembaga, Sahamnya Hold Dulu?

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Mei 2023 | 22:24 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)
Salah satu proyek tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Emiten pertambangan emas dan tembaga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah mengumumkan penyelesaian pra-studi kelayakan (PFS) TB Porphyry, dengan sub-level caving (SLC) diperkirakan mulai berproduksi pada 2026, serta fase pertama dan kedua dari block-caving (BC) masing-masing pada 2031 dan 2034.

Merdeka Copper Gold memproyeksikan net present value (NPV) sebesar US$ 2,1 miliar atau 20% internal rate of return (IRR), berdasarkan estimasi arus kas dari cadangan saat ini dan US$ 3 miliar (20% IRR, cadangan saat ini ditambah sumber daya tereka).

Berdasarkan PFS TB Porphyry, proyek TB Copper memiliki sumber daya mineral sebanyak 1,7 miliar ton bijih dengan kandungan 0,47% tembaga dan 0,5% g/t emas. Proyek tersebut juga memiliki 289 juta ton cadangan bijih dengan kandungan 0,56% tembaga dan 0,65 g/t emas, memberikan cadangan tembaga sebesar 1,6 juta ton.

ADVERTISEMENT

“Tambang tembaga tersebut merupakan salah satu yang terbesar,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dalam riset terbaru.

Menurut dia, Merdeka Copper Gold berencana melakukan penambangan dalam tiga fase. Perseroan akan memulai dengan menggarap tambang sub-level cave (SLC) sebelum pindah ke block cave (BC), yang akan memberikan cash flow dan mengurangi pendanaan yang diperlukan untuk pengembangan tambang BC.

Emiten berkode saham MDKA tersebut memproyeksikan pengembangan tambang SLC dan produksi konsentrat pertama pada tahun 2026 (fase 1). Sedangkan tambang BC akan mulai beroperasi pada 2031, yang memberi MDKA tambahan kapasitas produksi sebanyak 10 juta ton.

Terakhir, MDKA akan meningkatkan produksi dari tambang BC menjadi 24 juta ton (fase 3) pada 2034. Tambang SLC dan BC MDKA memiliki cadangan masing-masing sebesar 35,2 juta ton bijih dan 254.1 juta ton bijih. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia