Minggu, 5 April 2026

Kisi-kisi Cuan Saham Bank, BNI (BBNI) dan BRI (BBRI) Pilihan Teratas

Penulis : Jauhari Mahardhika
5 Jul 2023 | 22:46 WIB
BAGIKAN
Pekerja beraktivitas di bawah papan pergerakan saham sebuah sekuritas, di Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pekerja beraktivitas di bawah papan pergerakan saham sebuah sekuritas, di Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia telah memantau laporan keuangan emiten bank hingga Mei 2023 (bank only). Hasilnya, total laba bersih mencapai Rp 71,5 triliun, naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba bersih tersebut terutama didorong oleh penurunan biaya provisi sebesar 10,3% menjadi Rp 26,4 triliun. Meskipun sejumlah bank, seperti BCA (BBCA) dan BRI (BBRI), mencatatkan penurunan kinerja pada Mei 2023 dibanding bulan sebelumnya, rerata pendapatan bunga bersih (NII) sejumlah bank masih naik 1,9% (yoy).

Hal itu didukung oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 9,2% per Mei 2023, sedangkan NIM cenderung flat di 5,06%. Bank-bank tersebut membukukan penyaluran kredit gabungan sebesar Rp 3,9 triliun (+2,1% mom, +9,2% yoy) per Mei 2023.

ADVERTISEMENT

“Perlu dicatat bahwa likuiditas perbankan masih cukup melimpah, dengan LDR gabungan sebesar 82,3% di Mei 2023 (Apr 2023: 81,2%, Mei 2022: 80,9%). Likuiditas tersebut didukung oleh dana simpanan yang mencapai Rp 4,8 triliun (+0,7% mom, +7,3% yoy),” tulis Head of Equity Research Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dan Research Associate Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dalam riset terbaru.

Secara kumulatif, Bank CIMB Niaga (BNGA) mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi sebesar 36,3% (yoy) hingga Mei 2023. Diikuti, BCA (BBCA) dengan peningkatan 34,7%, Bank Mandiri (BMRI) 18,8%, BNI (BBNI) 15,1%, BTN (BBTN) 8,1%, dan BRI (BBRI) 5,1%.

Menurut Prasetya dan Brandon, penurunan kinerja bulanan BBRI terutama disebabkan oleh sejumlah pengeluaran satu kali (akumulasi penyesuaian gaji selama 4 bulan terakhir serta penyesuaian akuntansi), serta kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF). Sedangkan BBCA melaporkan penurunan laba bersih (mom) karena penurunan pendapatan nonbunga (penurunan nilai wajar aset keuangan).

Saham Pilihan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia