Saham Indomobil (IMAS) Tiba-tiba Gas Pol, Rupanya Gara-gara Proyek Ini
JAKARTA, Investor.id – Saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melonjak 20%, kemarin. Penyebab kenaikan saham IMAS adalah rencana pembebasan tarif bea masuk mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) dalam bentuk utuh (CBU).
Analis menilai, rencana itu akan menguntungkan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). Sebab, perseroan bakal menjual dan merakit sejumlah BEV merek Tiongkok dan Eropa di Tanah Air, sehingga kemungkinan besar merasakan manfaat insentif tersebut.
Sentimen ini ditangkap oleh pelaku pasar melalui aksi borong saham IMAS. Maka tak heran jika saham IMAS pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2023), melonjak 20,4% ke level Rp 2,120. Voluume transaksi saham perusahaan otomotif nomor dua nasional ini mencapai 42,8 juta senilai Rp 87 miliar. Market cap Indomobil mencapai Rp 8,4 triliun.
Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas, belum lama ini, BEV Volkswagen (VW) dan Citroen yang akan diimpor Indomobil akan mendapatkan insentif itu. Sebab, ada investasi di rantai pasok baterai BEV melalui PowerCo SE dan Stellantis NV.
PowerCo adalah anak usaha VW, perusahaan otomotif terbesar Jerma, yang fokus menggarap bisnis rantai pasok baterai mobil listrik. Adapun Stellantis adalah salah satu kelompok usaha otomotif papan atas dunia yang memegang merek Citroen asal Prancis.
Mansek mencatat, VW berniat menjual BEV ID Buzz dan ID 3 di Indonesia, sedangkan Citroen berniat menjual EC3 yang harganya Rp 400 jutaan tahun ini. Lebih jauh lagi, Indomobil berniat menjual Maxus, merek mobil milik pemain otomotif terbesar Tiongkok, SAIC. Indomobil akan merakit BEV Maxus di Indonesia.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






