IPO, Ayam Goreng Nelongso (BAIK) Patok Harga Rp 278, Ini Dia Pengendalinya
JAKARTA, investor.id - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) atau Ayam Goreng Nelongso menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 225 juta saham atau 20%. Perseroan mematok harga penawaran Rp 278/saham, sehingga nilai IPO secara keseluruhan Rp 62,55 miliar.
Harga IPO yang ditetapkan ada di batas atas saat penawaran awal (bookbuilding) pada 19-24 Januari 2024 di rentang Rp 268-278.
Masa penawaran umum berlangsung pada 2-12 Februari 2024, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Februari 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah MNC Sekuritas dan KGI Sekuritas Indonesia.
Baca Juga:
Posisi Garuda (GIAA) Makin KuatSecara bersamaan, Ayam Goreng Nelongso (BAIK) juga menerbitkan 225 juta waran seri I secara gratis. Setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Setiap warannya memberikan hak bagi pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 400. Nilai hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 90 miliar.
Pemegang saham BAIK sebelum IPO terdiri dari PT Anak Baik Sejahtera 98,77%, Nanang Suherman 0,86%, dan Yeni Isnawati 0,37%.
Nanang Suherman dan Yeni Isnawati melalui PT Anak Baik Sejahtera merupakan pemegang saham dan pemilik manfaat utama (ultimate beneficial owner) atas perseroan. Yeni Isnawati juga adalah komisaris utama, dan Nanang Suherman menjabat direktur utama perseroan.
Bersama Mencapai Puncak berawal dari unit usaha brand kuliner yang bernama Ayam Goreng Nelongso. Usaha tersebut didirikan oleh Nanang Suherman dan Yeni Isnawati, tepatnya di Kota Malang.
Sejak awal berdirinya, Nanang dan Yeni mendirikan sebuah bisnis kuliner dan mereka menangkap sebuah peluang yang sangat potensial di bisnis kuliner. Yang mana pada saat itu peluang market usaha kuliner sangatlah bagus, terutama di Kota Malang khususnya untuk area kampus dan kos-kosan.
Peluang tersebut adalah jarangnya kuliner yang buka 24 jam dengan harga terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Peluang lainnya adalah banyak mahasiswa yang juga membutuhkan kerja part time sebagai tambahan penghasilan ataupun hanya sekadar mengisi waktu.
Sehingga Nanang dan Yeni mulai merekrut dan menempatkan posisi karyawan di beberapa outlet, juga penambahan karyawan untuk menjadi part time sales dan petugas layanan delivery order.
Latar belakang tersebut menjadi konsep perintis usaha kuliner pertama di Kota Malang yang buka 24 jam dengan menggunakan layanan delivery dan sales, dengan memberdayakan para mahasiswa sebagai karyawan part time.
Dana IPO
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





