Minggu, 5 April 2026

Tsingshan Mau Masuk ke Grup Harum (HRUM), Kenapa Pasar Bereaksi Negatif?

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Apr 2024 | 14:44 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha penambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM). (Foto: HRUM)
Kegiatan usaha penambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM). (Foto: HRUM)

JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM) telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama strategis dengan raksasa peleburan baja asal China, Eternal Tsingshan Group. Eternal Tsingshan merupakan bagian dari Grup Tsingshan yang telah melakukan banyak investasi di bidang pengolahan dan pemurnian nikel di Indonesia.

Beberapa proyek besar Grup Tsingshan adalah Indonesia Morowali Industrial Park dan Weda Bay Industrial Park. Grup Tsingshan juga telah bekerja sama dengan emiten nikel lainnya, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Sesuai rencana, Eternal Tsingshan akan masuk ke anak usaha Harum Energy yang membawahi unit bisnis nikel, yaitu PT Harum Nickel Perkasa (HNP) dan PT Tanito Harum Nickel (THN), melalui surat utang wajib konversi (SUWK).

ADVERTISEMENT

Penerbitan surat utang wajib konversi ditargetkan rampung pada kuartal III-2024. Nantinya, surat utang tersebut akan dikonversi menjadi sejumlah saham baru di HNP dan/atau THN dengan kepemilikan efektif hingga 49%.

Harum Energy dan anak usahanya akan menggunakan dana hasil emisi surat utang wajib konversi untuk menyelesaikan sebagian kewajiban, yang berhubungan dengan akuisisi aset nikel.

Sebelumnya, emiten berkode saham HRUM tersebut telah mengakuisisi beberapa aset nikel, seperti pembelian 60% saham PT Infei Metal Industry senilai US$ 70,4 juta pada September 2023 dan akuisisi 60,7% saham PT Westrong Metal Industry sebesar US$ 215,2 juta pada Januari 2024.

Menurut manajemen HRUM, kerja sama strategis dengan Eternal Tsingshan bakal berdampak positif bagi bisnis nikel perseroan, antara lain efisiensi kinerja operasional melalui portofolio nikel yang terintegrasi, perbaikan struktur permodalan setelah konversi surat utang, mendukung transfer pengetahuan dan teknologi di bidang pengolahan nikel, serta perluasan akses pemasaran produk stainless steel dan baterai di pasar global.

HRUM melalui THN juga telah menandatangani fasilitas kredit senilai US$ 620 juta dengan 12 bank di Indonesia dan luar negeri. Fasilitas tersebut memiliki jatuh tempo 48 bulan sejak penarikan, dengan bunga sebesar 2,05-2,55% di atas Secured Overnight Financing Rate (SOFR) untuk pinjaman dari bank luar negeri dan 2,3-2,8% di atas SOFR untuk pinjaman dari bank dalam negeri.

Pinjaman tersebut akan dipakai untuk mendanai kebutuhan umum perusahaan dan pembiayaan kembali pinjaman pemegang saham yang diberikan kepada THN.

Reaksi Pasar 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia