Sabtu, 4 April 2026

Pasar Saham Asia Pasifik Rebound Seiring Penguatan Wall Street

Penulis : Indah Handayani
18 Jun 2024 | 09:20 WIB
BAGIKAN
Seorang trader mata uang berbicara melalui telepon di ruang transaksi valuta asing kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan pada 30 Agustus 2023. (Foto: AP Photo/Ahn Young-joon)
Seorang trader mata uang berbicara melalui telepon di ruang transaksi valuta asing kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan pada 30 Agustus 2023. (Foto: AP Photo/Ahn Young-joon)

JAKARTA, investor.id - Pasar saham Asia Pasifik bangkit pada Selasa pagi (18/6/2024). Hal itu seiring dengan penguatan Wall Street semalam, di saat investor menunggu keputusan suku bunga bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA).

S&P/ASX 200 Australia naik 0,92% menjelang keputusan RBA. Nikkei 225 Jepang naik 0,83% setelah anjlok hampir 2% pada Senin (17/6/2024), sementara Topix menguat 0,48%. Pada Selasa, Reuters melaporkan bahwa Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan kepada parlemen negara itu bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga pada bulan Juli, tergantung pada data ekonomi yang tersedia saat itu.

Sedangkan Kospi Korea Selatan terkerek 0,84%, dipimpin oleh kenaikan saham produsen chip Samsung Electronics dan SK Hynix, yang masing-masing naik sekitar 2,3% dan 3%. Produsen mobil Hyundai juga mencetak rekor baru, naik sekitar 3,05% di tengah berita bahwa perusahaan itu berencana melantai di bursa India.

Advertisement

Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,17%, sementara CSI 300 China daratan naik tipis 0,15%.

Semalam di AS, S&P 500 naik hingga ditutup pada rekor baru karena Wall Street berupaya melanjutkan tren kenaikan sejak minggu lalu. Indeks naik 0,77% dan ditutup pada level 5.473,23. Sementara Nasdaq Composite naik 0,95% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,49%, mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut.

RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada 4,35%, tetapi investor akan mencermati bahasa yang digunakan dalam pernyataan kebijakan moneternya.

Dalam catatan pratinjau, ING menyatakan, inflasi secara lebih luas menuju ke arah yang salah, dan inflasi didasarkan secara luas. Inflasi utama Australia merangkak naik menjadi 3,8% pada bulan April, dari level terendah 3,4% pada Desember 2023.

"Yang terpenting, kita perlu melihat inflasi bulan ke bulan meningkat pada kecepatan yang jauh lebih lambat, atau inflasi akan semakin menyimpang dari jalurnya selama paruh kedua tahun ini," tambah para analis.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 16 menit yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 1 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 1 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 2 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 2 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 2 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia