Wall Street Anjlok Parah di Tengah Lonjakan Harga Minyak
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street anjlok parah pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok hampir 800 poin dan resmi masuk ke zona koreksi, di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Diokutip dari CNBC internasional, Dow Jones turun 793,47 poin (1,73%) ke level 45.166,64. Indeks S&P 500 melemah 1,67% ke posisi 6.368,85, level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 2,15% menjadi 20.948,36.
Tekanan pasar semakin dalam setelah S&P 500 mencatat penurunan selama lima pekan berturut-turut. Sepanjang pekan ini, S&P 500 turun 2,1%, Nasdaq terkoreksi 3,2%, sedangkan Dow Jones melemah 0,9%.
Secara teknikal, Nasdaq kini telah turun hampir 13% dari rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober lalu. Dow Jones juga sudah terkoreksi sekitar 10% dari posisi puncaknya, menandai masuknya indeks tersebut ke fase koreksi. Sementara S&P 500 tercatat turun 8,7% dari level tertingginya.
Lonjakan harga energi menjadi salah satu pemicu utama tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,22% menjadi US$ 112,57 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46% ke US$ 99,64 per barel, keduanya merupakan level penutupan tertinggi sejak Juli 2022.
Kenaikan harga minyak dipicu ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global. Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses jalur tersebut, sementara sejumlah insiden terhadap kapal internasional semakin memperburuk kekhawatiran pasar terkait pasokan energi.
Ketidakpastian Masih Tinggi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






