Minggu, 21 Juni 2026

Wall Street Anjlok Parah di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Penulis : Indah Handayani
28 Mar 2026 | 05:20 WIB
BAGIKAN
Spesialis Dilip Patel bekerja di posnya di lantai Bursa Saham New York (Wall Street), AS pada Senin (26/1/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)
Spesialis Dilip Patel bekerja di posnya di lantai Bursa Saham New York (Wall Street), AS pada Senin (26/1/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street anjlok parah pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok hampir 800 poin dan resmi masuk ke zona koreksi, di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Diokutip dari CNBC internasional, Dow Jones turun 793,47 poin (1,73%) ke level 45.166,64. Indeks S&P 500 melemah 1,67% ke posisi 6.368,85, level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 2,15% menjadi 20.948,36.

Tekanan pasar semakin dalam setelah S&P 500 mencatat penurunan selama lima pekan berturut-turut. Sepanjang pekan ini, S&P 500 turun 2,1%, Nasdaq terkoreksi 3,2%, sedangkan Dow Jones melemah 0,9%.

ADVERTISEMENT

Secara teknikal, Nasdaq kini telah turun hampir 13% dari rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober lalu. Dow Jones juga sudah terkoreksi sekitar 10% dari posisi puncaknya, menandai masuknya indeks tersebut ke fase koreksi. Sementara S&P 500 tercatat turun 8,7% dari level tertingginya.

Lonjakan harga energi menjadi salah satu pemicu utama tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,22% menjadi US$ 112,57 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46% ke US$ 99,64 per barel, keduanya merupakan level penutupan tertinggi sejak Juli 2022.

Kenaikan harga minyak dipicu ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global. Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses jalur tersebut, sementara sejumlah insiden terhadap kapal internasional semakin memperburuk kekhawatiran pasar terkait pasokan energi.

Ketidakpastian Masih Tinggi

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia