Minggu, 21 Juni 2026

Wall Street Tertekan Lonjakan Minyak dan Saham Teknologi

Penulis : Indah Handayani
31 Mar 2026 | 04:41 WIB
BAGIKAN
Trader Michael Capolino bekerja di lantai Bursa Efek New York, Jumat, 15 Agustus 2025. (Foto AP/Richard Drew)
Trader Michael Capolino bekerja di lantai Bursa Efek New York, Jumat, 15 Agustus 2025. (Foto AP/Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham utama Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (30/3/2026), seiring tertekan lonjakan harga minyak dan koreksi saham teknologi.

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,39% ke level 6.343,72, mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Posisi ini membuat indeks acuan tersebut sudah terkoreksi lebih dari 9% dari level tertingginya. Pelemahan dipimpin saham sektor teknologi yang merosot lebih dari 1%. Sebaliknya, saham sektor keuangan dan utilitas masih mencatatkan penguatan.

Indeks Nasdaq Composite turun 0,73% ke 20.794,64, sementara Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,11% atau 49,50 poin ke 45.216,14.

ADVERTISEMENT

Sentimen pasar juga tercermin dari lonjakan CBOE Volatility Index atau VIX, yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar, yang sempat menembus level 30.

Kenaikan harga energi menjadi salah satu pemicu utama tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) jenis West Texas Intermediate melonjak 3,25% ke US$ 102,88 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022.

Sementara itu, harga minyak Brent naik tipis 0,19% ke US$112,78 per barel dan berada di jalur mencatat lonjakan bulanan terbesar sepanjang sejarah dengan kenaikan sekitar 55%.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan, ekspektasi inflasi masih relatif terkendali dalam jangka panjang meski harga energi meningkat. Ia menegaskan bank sentral belum akan mengambil langkah kebijakan dalam waktu dekat karena dampak ekonomi dari lonjakan harga minyak dan konflik geopolitik masih belum pasti.

Seiring pernyataan tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 9 basis poin ke level 4,35%.

Harapan Damai

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia