Sabtu, 4 April 2026

ICBP, INDF, MYOR, AMRT, UNVR, CMRY, Mana yang Masih Gurih?

Penulis : Jauhari Mahardhika
15 Jul 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mi instan. (Image by freepik)
Ilustrasi mi instan. (Image by freepik)

JAKARTA, investor.id – Laba emiten barang konsumer pada kuartal II-2024 diharapkan sesuai perkiraan, tidak termasuk dampak mata uang. Prospeknya tetap netral karena tantangan ekonomi dan lemahnya belanja konsumen. Lantas, bagaimana dengan nasib saham ICBP, INDF, MYOR, AMRT, UNVR, dan CMRY ke depan?

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Abyan H Yuntoharjo mengungkapkan bahwa pertumbuhan setelah Idulfitri melambat, dampak kampanye pemilu juga minimal. “Secara keseluruhan, perusahaan barang konsumer akan mencatatkan pertumbuhan serupa di tengah tantangan ekonomi yang sedang berlangsung,” tulis dia dalam risetnya.

Secara historis, sektor barang konsumer tumbuh 10-13% per tahun selama periode 7 tahun. Sedangkan saat ini, pertumbuhannya satu digit tengah.

Advertisement

Dalam kondisi tersebut, Mayora Indah (MYOR), Cisarua Mountain Dairy (CMRY) atau Cimory, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) atau Alfamart diprediksi membukukan kinerja yang lebih baik karena ekspor, pemasaran, dan ketahanan di tengah tantangan.

Secara umum, Mirae mempertahankan sikap konservatif terhadap margin emiten barang konsumer pada kuartal II dan semester I-2024 karena volatilitas harga bahan baku.

Di sisi lain, depresiasi rupiah sejak Maret seiring kuatnya perekonomian Amerika Serikat (AS) turut memengaruhi sektor ini berupa kerugian kurs – terutama Indofood CBP (ICBP) dan Indofood Sukses Makmur (INDF) – serta biaya impor bahan baku yang lebih tinggi.

Sementara itu, kebijakan pemerintah dan pemilu dapat berdampak signifikan pada sektor barang konsumer. Walaupun bantuan sosial yang berkelanjutan dan potensi peningkatan pemilu daerah (pilkada) merupakan hal positif dalam jangka pendek, kepemimpinan baru kemungkinan menarik investasi asing, namun juga menimbulkan ketidakpastian dalam kebijakan. Misalnya, program makan siang gratis dan potensi pajak minuman manis.

Selain itu, kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan potensi pemotongan subsidi bahan bakar dapat meningkatkan biaya bagi konsumen dan perusahaan. “Secara keseluruhan, arahan pemerintah mungkin akan mengubah pola konsumsi ke arah bisnis makanan skala kecil dan menjauhi barang-barang kemasan,” jelas Abyan.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 9 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 22 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 22 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 46 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia