Bos Besar Turun Gunung, Saham Emiten Ini Melonjak
JAKARTA, investor.id - Entitas PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), yakni maskapai Indonesia AirAsia menggelar media roundtable pada Kamis (5/9/2024).
Hadir di acara tersebut ‘Bos Besar’ AirAsia, Tony Fernandes yang ‘turun gunung’. CEO Capital A Berhad itu hadir bersama Group CEO AirAsia Aviation Limited Bo Lingam; Deputy CEO Corporate AirAsia Aviation Limited Ahmad Al Farouk Bin Ahmad Kamal; Direktur Utama Indonesia AirAsia Veranita Yosephine; dan Direktur Keuangan Indonesia AirAsia Luh Gede Mega Putri Tjatera.
Adapun akhir-akhir ini, saham AirAsia Indonesia (CMPP) sedang bagus. Dalam tiga bulan terakhir saham berkode CMPP berhasil bangkit 41,67%. Di perdagangan 6 September kemarin, saham CMPP menguat 3,66% ke Rp 85.
Saham AirAsia Indonesia masuk dalam papan pemantauan khusus sehingga diperdagangkan dengan mekanisme full call auction (FCA). Saham CMPP sempat terpuruk ke level terendahnya Rp 52 pada perdagangan 3 Juli 2024.
CMPP masuk papan pemantauan khusus kriteria 5, yakni memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.
Sementara itu, pada kesempatan media roundtable, Tony Fernandes memaparkan sejumlah langkah strategis yang dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia AirAsia dalam lima tahun ke depan, sekaligus menyampaikan usulan yang akan berkontribusi dalam penurunan harga tiket penerbangan domestik yang akan disampaikan pada pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.
“Salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya harga tiket adalah adanya pajak ganda yang dikenakan pada penerbangan domestik, di mana pajak diberlakukan baik pada bahan bakar pesawat maupun pada harga tiket penumpang,” jelas Tony Fernandes dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (7/9/2024).
Tony Fernandes juga menyampaikan usulan penghapusan bea masuk untuk suku cadang pesawat, yang diharapkan dapat secara signifikan menurunkan struktur biaya operasional maskapai. Dengan mengurangi beban pajak dan bea masuk ini, diharapkan harga tiket penerbangan domestik dapat lebih terjangkau, sehingga mampu mendorong peningkatan minat wisatawan, khususnya dalam negeri, untuk kembali bepergian dan mendukung pemulihan industri pariwisata nasional.
Selain pajak dan bea masuk, Tony Fernandes juga mengusulkan kepada pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tarif batas atas tiket penerbangan domestik. Peninjauan batas ini dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi maskapai dalam menetapkan harga berdasarkan permintaan dan biaya operasional yang dinamis, sekaligus mendorong persaingan yang sehat di industri penerbangan.
Dengan terciptanya kompetisi yang lebih kuat, sambungnya, maskapai dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif, sehingga berpotensi menurunkan rata-rata harga tiket secara keseluruhan. Tinjauan ini akan mendukung pertumbuhan industri penerbangan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Jajaki Sumber Pendanaan
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

