BRIS Lampaui Perkiraan, Target Harga Dipatok Lebih Tinggi
Tahun lalu, BRIS mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 16% yoy atau melampaui target yang sebesar 15%. Pembiayaan emas melonjak 78% yoy. Segmen tersebut menawarkan imbal hasil tinggi mencapai 13,5%. Risikonya pun minimal dengan CoC sebesar 0,06%.
BRIS juga mencetak kualitas aset yang lebih solid. Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) bruto membaik menjadi 1,9% atau turun 18 bps yoy. Rasio pencadangan mencapai 195%. Cakupan financing at risk (FaR) meningkat menjadi 51%.
“Peningkatan kualitas aset lebih lanjut dapat menjaga CoC di bawah 100 bps,” sebut Victoria.
Dengan berbagai pertimbangan, MNC Sekuritas kembali menegaskan peringkat buy untuk saham BSI (BRIS). Target harga saham BRIS dipatok lebih tinggi sebesar Rp 3.500.
Target harga tersebut mencerminkan estimasi PBV 2025 sebesar 3,1 kali dan PE mencapai 19,9 kali. Risiko utamanya jika likuiditas menjadi lebih ketat, terjadi pertumbuhan pembiayaan yang lebih lambat, penurunan kualitas aset, dan perubahan regulasi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






