Asyik Berburu Saham Second Liner
Investor ritel dinilai cermat dalam mencermati saham-saham dengan volume perdagangan tinggi dan potensi keuntungan jangka pendek.
"Jika ke depan terjadi rotasi sektor dan asing mulai kembali masuk ke saham perbankan, maka kinerja IHSG akan lebih berkelanjutan. Hal ini didukung oleh berbagai faktor seperti tensi geopolitik, kebijakan moneter ekspansif dari bank sentral global, serta potensi penurunan biaya pinjaman yang meningkatkan likuiditas pasar," kata dia, Senin (21/7/2025).
Analis Infovesta Kapital Utama, Ekky Topan, juga berpendapat bahwa pergeseran perilaku investor domestik turut mendorong penguatan pasar. Jika sebelumnya banyak investor ritel menjadikan aksi asing sebagai acuan, kini mereka lebih aktif berburu saham-saham second liner, midcap, dan emiten konglomerasi yang dinilai punya prospek pertumbuhan menarik dan likuiditas tinggi.
Saham-saham BUMN dinilai kurang responsif terhadap sentimen pasar, sehingga menjadi kurang menarik bagi ritel. "Investor domestik kini lebih mendominasi dari sisi frekuensi dan volume perdagangan, meskipun secara nilai masih kalah dari investor asing, terutama di saham big cap seperti perbankan," ujar dia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






